Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria menggunakan ponselnya untuk memotret layar lebar yang menunjukkan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang sedang berpidato dalam pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Aula Besar Rakyat, di Beijing, pada 5 Maret 2021. ( Foto: STR / AFP )

Seorang pria menggunakan ponselnya untuk memotret layar lebar yang menunjukkan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang sedang berpidato dalam pembukaan Kongres Rakyat Nasional (NPC) di Aula Besar Rakyat, di Beijing, pada 5 Maret 2021. ( Foto: STR / AFP )

Tiongkok Targetkan Pertumbuhan di Atas 6%

Sabtu, 6 Maret 2021 | 06:49 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id - Para pemimpin Tiongkok mengatakan pada Jumat (5/3) bahwa target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun ini ditetapkan di atas 6%. Seiring negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut melompat keluar dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Ekonomi Tiongkok sempat merosot pada 2020. Ekspansi mencapai level terendah dalam empat dekade, karena langkah-langkah ketat pembatasan terkait Covid-19 terjadi bersamaan dengan lesunya aktivitas perdagangan internasional.

Perlambatan ekonomi menimbulkan keraguan tentang kemampuan Partai Komunis Tiongkok untuk memenuhi janji kemakmuran, dengan imbalan kekuatan politik yang tidak perlu dipertanyakan lagi.

Tetapi setelah penyebaran virus corona dapat dikendalikan di dalam negeri, para analis memperkirakan kebangkitan yang kuat. Beberapa di antaranya bahkan memperkirakan ekonomi Tiongkok bisa tumbuh 9% tahun ini.

Pemerintah Tiongkok biasanya menetapkan target yang dinilai bisa dilampaui. Namun tahun lalu tidak menetapkan target pertumbuhan sama sekali

Saat mengumumkan angka tersebut pada awal sesi legislatif tahunan, Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Keqiang mengatakan pemerintah telah memperhitungkan pemulihan aktivitas ekonomi. “Target di atas 6% juga sesuai dengan tujuan masa depan,” kata Li.

Angka pertumbuhan ini termasuk reformasi, inovasi, dan pengembangan berkualitas tinggi. Pihak berwenang mengatakan, pihaknya ingin menciptakan 11 juta pekerjaan perkotaan baru tahun ini dan menjaga tingkat pengangguran di perkotaan di kisaran 5,5%.

Pengamat luar mengingatkan angka pengangguran Tiongkok mungkin tidak menceritakan keseluruhan cerita, dengan banyak orang di seluruh negeri yang luas terlibat dalam angkatan kerja informal.

Kalangan analis secara luas memperkirakan, berlanjutnya ketidakpastian global akan mempersulit pemerintah Tiongkok untuk kembali menetapkan target PDB tahun ini dan menyambut angka 6% sebagai proyeksi hati-hati.

"Standar ditetapkan terlalu rendah dan itu seolah-olah tidak ada target," ujar kepala ekonom ING untuk Greater China Iris Pang kepada AFP, Jumat (5/3).

Menurut kepala ekonom Nomura Tiongkok Lu Ting, hal itu bisa dikarenakan pemerintah Tiongkok tidak ingin memangkas target pertumbuhannya tahun depan, ketika distorsi dari pandemi mereda.

Menurut ahli strategi JPMorgan Asset Management Zhu Chaoping, angka tersebut juga mencerminkan pergeseran fokus dari kuantitas ke kualitas pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan, itu bisa termasuk sumber daya yang dialokasikan untuk inisiatif jangka panjang, seperti perlindungan lingkungan.

Para pemimpin juga tidak menentukan target pertumbuhan dalam draf rencana baru lima tahun yang diterbitkan Jumat, seperti halnya kebiasaan yang dilakukan sebelumnya. Pemerintah hanya mengatakan target itu akan dipertahankan dalam kisaran yang wajar.

Pemerintah Tiongkok telah mencoba untuk menyeimbangkan kembali ekonomi, dari model ekonomi yang dipimpin ekspor dan investasi menjadi model yang didorong oleh belanja konsumen dan pengembangan berkualitas tinggi.

Rebound ekonomi pasca-Covid-19 membuat pertumbuhan PDB Tiongkok tercatat sekitar 2% tahun lalu. Ini menjadi satu-satunya ekonomi besar yang membukukan angka positif, dalam setahun yang hilang karena virus.

Dengan kelemahan di seluruh dunia yang disebabkan oleh pandemi berkepanjangan, ibu kota di seluruh dunia akan menonton kinerja ekonomi Tiongkok dengan penuh semangat.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN