Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid019 ke lengan seorang wanita, di sebuah rumah sakit di Huaian, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, pada 21 Maret 2021. ( Foto: STR / AFP )

Seorang tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin Covid019 ke lengan seorang wanita, di sebuah rumah sakit di Huaian, Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, pada 21 Maret 2021. ( Foto: STR / AFP )

Tiongkok Telah Vaksinasi 1 Miliar Lebih Penduduk

Jumat, 17 September 2021 | 07:10 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok telah memberikan vaksinasi lengkap Covid-19 kepada lebih dari satu miliar penduduk atau 71% dari populasinya.

Negara tempat virus pertama kali terdeteksi itu sebagian besar berhasil mengendalikan penyebaran virus di dalam perbatasannya. Tetapi pihak berwenang terus berlomba untuk mencapai vaksinasi sebagian besar penduduknya, ketika wabah baru mulai menyebar di wilayah tenggara Tiongkok.

"Pada 15 September, sebanyak 2,16 miliar dosis vaksin telah diberikan secara nasional," kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Mi Feng pada konferensi pers, Kamis (16/9), yang dikutip AFP.

Otoritas kesehatan Tiongkok mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa 890 juta penduduk di Tiongkok telah divaksinasi sepenuhnya dan dua miliar dosis vaksin telah diberikan.

Pemerintah belum mengumumkan secara terbuka target cakupan vaksinasi. Tetapi ahli virologi terkemuka Tiongkok Zhong Nanshan mengatakan bulan lalu bahwa negara itu kemungkinan akan memiliki 80% populasinya telah diinokulasi pada akhir tahun ini, mencapai kekebalan kelompok.

Pemerintah Tiongkok saat ini sedang memerangi wabah varian Delta di Provinsi Fujian. Wabah baru tersebut telah menginfeksi hampir 200 orang sejauh ini di tiga kota, puluhan di antaranya adalah anak sekolah.

Klaster Fujian adalah rebound terbesar dalam beberapa minggu dan terjadi setelah negara tersebut mengumumkan varian Delta telah terkendali. Kondisi ini menjadi ujian bagi target nol kasus baru terhadap pandemi.

Otoritas Tiongkok melaporkan 49 transmisi domestik baru pada Kamis, sebagian besar di Fujian. Pihak berwenang mengatakan pasien nol yang dicurigai di klaster itu adalah seorang pria yang baru saja kembali dari Singapura ke Putian.

Ia mengalami gejala penyakit, setelah menyelesaikan karantina selama 14 hari dan tes awal negatif untuk virus. Putra pria tersebut, yang berusia 12 tahun, dan teman sekelasnya termasuk di antara pasien pertama yang terdeteksi di klaster minggu lalu, tidak lama setelah masa sekolah baru dimulai.

Varian tersebut kemudian menyebar melalui ruang kelas, menginfeksi lebih dari 36 anak termasuk 8 anak taman kanak-kanak, menurut pengumuman pihak berwenang pada Selasa (14/9). Ini menjadi penyebaran besar terkait sekolah, pertama terlihat di negara itu sejak awal pandemi.

Meskipun meluncurkan kampanye vaksin untuk anak di bawah umur berusia 12-17 pada Juli 2021, sebagian besar anak-anak tetap tidak divaksinasi di Tiongkok. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa wabah Fujian terbaru dapat menyerang orang-orang yang paling rentan di negara, secara tidak proporsional.

Pihak berwenang telah bergegas untuk menghentikan wabah dengan penguncian yang ditargetkan, pembatasan perjalanan, tes virus massal, maupun penutupan sekolah sebelum liburan umum 1 Oktober yang adalah puncak pariwisata selama seminggu.

Zhong sebelumnya mengatakan, vaksin buatan Tiongkok memiliki hampir 60% kemanjuran terhadap strain Delta, dengan antibodi meningkat dengan suntikan booster.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN