Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para jurnalis menyaksikan layar besar yang menampilkan Presiden Tiongkok Xi Jinping sedang berpidato selama pembukaan Konferensi Tahunan Boao Forum for Asia (BFA) 2021, di Boao, provinsi Hainan, Tiongkok selatan pada 20 April 2021. ( Foto: STR / AFP )

Para jurnalis menyaksikan layar besar yang menampilkan Presiden Tiongkok Xi Jinping sedang berpidato selama pembukaan Konferensi Tahunan Boao Forum for Asia (BFA) 2021, di Boao, provinsi Hainan, Tiongkok selatan pada 20 April 2021. ( Foto: STR / AFP )

Tiongkok Tidak Incar Hegemoni

Rabu, 21 April 2021 | 07:17 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BOAO, investor.id – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan bahwa Negeri Tirai Bambu tidak akan mengincar hegemoni, terlepas seberapa kuat negaranya akan menjelma. Sebaliknya, dia menyerukan tata kelola global yang lebih adil dan setara.

“Betapa pun kuatnya pertumbuhan, Tiongkok tidak akan pernah mengincar hegemoni, ekspansi atau memperluas pengaruh, dan Tiongkok juga tidak akan pernah terlibat dalam perlombaan senjata,” ujar Xi pada upacara pembukaan “Boao Forum for Asia”di provinsi Hainan, Tiongkok, Selasa (20/4), yang dikutip CNBC.

Xi juga mengklaim, bukan untuk pertama kalinya, bahwa Tiongkok adalah juara untuk globalisasi dan sistem perdagangan multilateral. Sekaligus mengatakan bahwa aturan internasional tidak boleh ditetapkan hanya oleh satu atau beberapa negara.

Pernyataan-pernyataan Xi tersebut tampaknya untuk menanggapi komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang mana pada bula lalu mengatakan bahwa Tiongkok memiliki tujuan keseluruhan untuk menjadi negara terkemuka, negara terkaya di dunia, dan negara paling kuat di dunia. Dan Biden menyatakan, tidak akan membiarkan hal itu terjadi di bawah pengawasannya.

Seperti diketahui, Tiongkok terus-menerus bentrok dengan AS dan negara-negara lain di Asia-Pasifik dan Eropa soal berbagai masalah, mulai dari hak asasi manusia (HAM) hingga praktik perdagangan yang tidak adil. Bahkan negara-negara tersebut telah menyuarakan kekhawatiran, mengenai meningkatnya pengaruh politik dan ekonomi yang mengancam tatanan global.

Tiongkok sendiri telah terlibat dalam sanksi perdagangan sepihak dengan beberapa negara, termasuk Australia. Pasalnya, Negeri Kangguru itu turut menyuarakan dukungan penyelidikan internasional terhadap penanganan virus corona Covid-19 di Tiongkok.

Virus corona memang pertama kali muncul di Tiongkok. Tetapi, tanpa menyebut nama negara mana pun, Xi mengatakan bahwa negara-negara besar harus berperilaku “sesuai dengan status mereka dan dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar.”

Dia juga menyinggung soal menentang mentalitas Perang Dingin dan konfrontasi ideologis, serta menambahkan bahwa negara mana pun yang mencampuri urusan dalam negeri lain tidak akan mendapatkan dukungan apa pun.

Pernyataan Xi ini muncul di saat permulaan hubungan AS-Tiongkok diawali dengan buruk di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Sebagai informasi, Amerika Serikat, Inggris Raya, Jepang, dan lainnya telah menyatakan menentang Tiongkok sehubungan dengan berbagai masalah. Mulai dari isu otonomi Hong Kong – wilayah administratif khusus Tiongkok – hingga tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius di wilayah Tiongkok barat. Namun, Tiongkok balik menuduh AS ikut campur dalam urusan dalam negerinya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN