Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: JIM WATSON / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: JIM WATSON / AFP )

Trump: Coronavirus Bisa Merebak hingga Agustus, Wilayah Tertentu Mungkin akan Lockdown

Selasa, 17 Maret 2020 | 12:19 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Senin (16/3/2020) bahwa AS mungkin dapat mengendalikan wabah coronavirus baru paling cepat pada bulan Juli atau Agustus.

Trump, berbicara kepada wartawan di ruang pengarahan Gedung Putih, juga mengatakan pemerintahannya mungkin akan melakukan lockdown atau penguncian untuk wilayah  tertentu atau hot spot di AS. Tetapi Trump mengatakan dia tidak mempertimbangkan lockdown nasional penuh. "Pada saat ini, tidak, kami tidak," kata Trump.

Pernyataan Trump itu dikemukakan menyusul jumlah infeksi dan kematian akibat virus Covid-19 yang terus meningkat di AS, yang mendorong tindakan drastis di setiap tingkat pemerintahan untuk mencoba mengurangi penyebarannya.

"Jika kita melakukan pekerjaan dengan sangat baik, kita tidak hanya akan menahan kematian hingga ke tingkat yang jauh lebih rendah, tetapi kita bisa menghentikan virus Juli, atau Agustus," katanya.

Setelah pernyataan Trump itu, ekuitas jatuh dengan Dow Jones Industrial Average ditutup ambles hampir 13%.

Trader bertransaksi di lantai perdagangan New York Stock Exchange (NYSE), AS. Foto: Spencer Platt/Getty Images/AFP
Trader bertransaksi di lantai perdagangan New York Stock Exchange (NYSE), AS. Foto: Spencer Platt/Getty Images/AFP

Pasar rebound secara besar-besaran selama briefing itu. Tetapi bursa berjangka anjlok sebelum pembukaan Senin, mencapai apa yang disebut level batas bawah di beberapa indeks utama dan memperpanjang pelemahan pasar yang parah. Kemunduran terjadi meskipun Federal Reserve memutukan pada akhir pekan memangkas suku bunga hingga nol.

Virus korona, yang diyakini berasal dari kota Wuhan, Propinsi Hubei di Tiongkok, telah menyebar ke seluruh dunia, menginfeksi setidaknya 180.000 orang dan menewaskan lebih dari 7.000, menurut angka Universitas Johns Hopkins. Sekarang ada lebih dari 4.200 kasus Covid -19 dan setidaknya 74 kematian di AS saja, menurut data Johns Hopkins.

Kekhawatiran tentang virus korona, serta upaya internasional untuk memperlambat penyebarannya, telah melumpuhkan banyak industri dan mengancam akan menekan yang lain - seperti sektor restoran dan hiburan.

Potensi kerusakan pada industri-industri itu diperkirakan akan memburuk ketika para pemimpin negara bagian dan kota di seluruh negara mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghentikan penyebaran.

Kiat Trump untuk menjaga jarak

Donald Trump. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP )
Donald Trump. ( Foto: Nicholas Kamm / AFP )

Pada briefing Senin, Gedung Putih memberikan pedoman baru dengan tips keamanan bagi orang Amerika untuk mengambil langkah yang dapat memperlambat penyebaran virus.

Sebagian besar pedoman berputar di sekitar praktik "jarak sosial" (social distance) yang dapat membantu mencegah penularan virus korona ke orang lain.

Orang tua, yang menjadi ancaman virus lebih besar, didorong untuk "tinggal di rumah dan jauh dari orang-orang".

“Bahkan jika Anda masih muda, atau sehat, Anda berisiko dan aktivitas Anda dapat meningkatkan risiko bagi orang lain,” kata selebaran itu. "Sangat penting bahwa Anda melakukan peran Anda untuk menghentikan penyebaran virus korona."

Pedoman ini juga menyarankan untuk menghindari pertemuan sosial "dalam kelompok lebih dari 10 orang."

Ruang pers di Gedung Putih juga tampak melakukan langkah-langkah untuk menjaga jarak sosial. Tampak kursi-kursi di ruangan itu  yang biasanya sempit, kini begitu longgar untuk menjaga antarwartawan setidaknya berjarak satu kursi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN