Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump. Foto: IST

Donald Trump. Foto: IST

Trump dan Xi Dapat Bertemu Bulan Depan

SN, Senin, 13 Mei 2019 | 08:51 WIB

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dapat bertemu bulan depan di sela pertemuan puncak G-20 di Osaka, Jepang. Namun belum ada jadwal untuk pertemuan tersebut.

Kemungkinan pertemuan tersebut diutarakan penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow di Washington, Minggu (12/5). Ia menegaskan bahwa AS tidak akan terburu-buru untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok.

Tapi ia juga berusaha meredam kekhawatiran-kekhawatiran. Proses ke arah kesepakatan, tambah Kudlow, tetap berlanjut.

“Kami harus melihat yang jauh lebih jelas. Hingga itu terjadi, kami tetap menjalankan tarif. Kami tidak dapat menerima tarik ulur apa pun,” kata Kudlow kepada Fox News Sunday.

Presiden RRT Xi Jinping
Presiden RRT Xi Jinping

 

Ia mengatakan, untuk saat ini belum ada rencana konkret dan jelas mengenai negosiasi lanjutan dengan Tiongkok. Kudlow membenarkan bahwa Tiongkok sudah mengundang Menteri Keuangan (Menkeu) AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer untuk berkunjung lagi ke Beijing.

“Sangat dimungkinkan bagi Trump dan Xi untuk bertemu pada pertemuan puncak Kelompok 20 di Jepang pada akhir Juni,” lanjut Kudlow.

Pertemuan puncak kelompok Negara G-20 dijadwalkan berlangsung di Osaka pada 28-29 Juni 2019. Trump sebelumnya menuding Tiongkok mengingkari komitmen-komitmennya selama perundingan dagang dengan AS.

Alhasil Trump memerintahkan penaikan tarif atas US$ 200 miliar barang impor Tiongkok dari 10% menjadi 25% dan sudah berlaku pada Jumat (10/5). Ia kemudian memerintahkan Lighthizer untuk mulai memproses penaikan tarif atas seluruh sisa barang impor Tiongkok, yang bernilai US$ 300 miliar.

Kudlow menegaskan tarif baru itu baru dapat berlaku beberapa bulan lagi. Karena harus menjalani periode pengumpulan pendapat publik. Ia mengatakan masih ada waktu bagi kedua negara untuk berunding, walau ia tidak mau menyebutkan jangka waktunya dan berapa lama Trump masih mau menunggu.

“Kami harus mengubah hubungan perdagangan antara kedua negara  demi kepentingan Amerika Serikat dan angkatan kerjanya dan para peternak serta petaninya. Kami harus melakukan ini. Hubungan ini sudah terlalu timpang,” ujar Kudlow. (afp)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN