Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Brendan Smialowski / AFP )

Trump Disebut Bertahun-Tahun Hindari Pajak

Selasa, 29 September 2020 | 06:50 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi tuduhan yang menyebutkan dirinya hanya membayar sedikit atau sama sekali tidak membayar pajak penghasilan federal selama bertahun-tahun sebelum ia berkuasa. Masa lalunya yang keruh kerap memicu kontroversi menjelang debat pilpres pertama.

The New York Times menuduh presiden miliarder tersebut hanya membayar pajak penghasilan federal sebesar US$ 750 pada 2016 ketika ia memenangkan Gedung Putih dan pada 2017. Tidak ada pajak penghasilan federal sama sekali dalam 10 dari 15 tahun sebelumnya, karena dia melaporkan lebih banyak kehilangan uang daripada yang dia hasilkan.

Trump segera menepis tuduhan itu sebagai berita yang benar-benar palsu. Ia bersiap untuk bertatap muka dengan lawannya dari Partai Demokrat Joe Biden pada debat pertama secara langsung pada Selasa (29/9).

Pemimpin Republik tersebut melanggar tradisi kepresidenan dengan menolak mengeluarkan pengembalian pajaknya, melakukan pertempuran panjang di pengadilan, dan memicu spekulasi tentang apa yang mungkin terkandung di dalam laporannya.

"Pertama-tama, saya membayar banyak dan saya juga membayar banyak pajak pendapatan negara. Semuanya akan terungkap," kata Trump, Minggu (27/9) waktu setempat, seperti dikutip AFP pada Senin (28/9).

Ia juga mengabaikan laporan Times yang mengutip data pajak yang diperpanjang lebih dari 20 tahun. Times menyatakan, Trump mengurangi tagihan pajaknya melalui pengembalian pajak sebesar US$ 72,9 juta yang merupakan subjek dari audit Internal Revenue Service (IRS).

Dia juga dilaporkan mengambil potongan pajak untuk tempat tinggal, pesawat, dan US$ 70.000 biaya tata rambut untuk penampilan televisi. Sementara itu, bisnis lapangan golfnya melaporkan kehilangan uang dalam jumlah besar. The New York Times menyatakan, pembayaran pinjaman sebesar ratusan juta dolar yang dia jamin secara pribadi akan segera jatuh tempo.

Partai Demokrat bereaksi keras atas tuduhan itu. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Nancy Pelosi mengatakan, itu menunjukkan penghinaan Trump terhadap keluarga pekerja Amerika. Sementara rekan sesama partai Chuck Schumer memanggil semua orang yang membayar lebih pada pajak penghasilan federal untuk mengangkat tangan mereka.

Anggota DPR Massachusetts Richard Neal, yang juga ketua badan anggaran DPR AS, telah mencoba dan tidak berhasil mendapatkan catatan pajak Trump. Ia mengatakan, adanya laporan Times membuat semakin penting bagi komite untuk mendapatkan dokumen tersebut.

"Tampaknya Presiden telah memanfaatkan kode pajak untuk keuntungannya dan menggunakan pertarungan hukum untuk menunda atau menghindari pembayaran utangnya," kata Neal dalam sebuah pernyataan di halaman media sosial Facebook.

Tim kampanye Biden mengunggah lewat media sosial Twitter, menyatakan berapa banyak pajak penghasilan federal yang telah dibayar bagi guru (US$ 7.239), pemadam kebakaran (US$ 5.283), dan perawat (US$ 10.216). Semuanya adalah kelompok yang terkena dampak pandemi atau kebakaran hutan Pantai Barat, yang menjadi dua topik utama menjelang perdebatan. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN