Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto:  AFP / SAUL LOEB)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AFP / SAUL LOEB)

Trump: Keterlibatan AS di Timteng adalah Keputusan Terburuk

Iwan Subarkah Nurdiawan, Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:41 WIB

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut keterlibatan militer AS di Timur Tengah (Timteng) adalah keputusan terburuk yang pernah ada. Ia menjamin seluruh pasukan AS akan pulang secara selamat.

Trump dikritik dari kubu Partai Demokrat maupun Partai Republik, sejak Gedung Putih secara mengejutkan mengumumkan akhir pekan lalu bahwa AS menarik 50 hingga 100 operator khusus dari benteng utara Suriah.

“Datang ke Timur Tengah adalah keputusan terburuk yang pernah dibuat sepanjang sejarah bangsa kita. Kita terjun ke dalam perang dengan dalih palsu dan sekarang terbukti salah, yakni senjata pemusnah massal. Sama sekali nihil!” kata Trump, via Twitter, Rabu (9/10).

Ia mengacu pada invasi AS ke Irak pada 2003. AS diperkirakan menerjunkan 60.000 hingga 80.000 pasukan di seluruh kawasan Timteng yang dapat dicakup oleh Komando Sentral AS. Kawasan ini juga mencakup Afghanistan, Irak, dan Suriah.

Trump mengeluhkan US$ 8 triliun yang sudah dikeluarkan untuk biaya perang dan penertiban di Timteng. Selama keterlibatan itu, ribuan tentara AS tewas atau terluka dalam berbagai pertempuran.

“Sekarang perlahan tapi pasti kami memulangkan para tentara dan militer kita yang hebat. Fokus kami adalah pada gambaran besar, yakni bahwa AS lebih hebat dibandingkan sebelumnya!” tandas Trump.

Suku Kurdi Suriah pada Rabu menggalang warga sipil untuk membela diri terhadap ancaman serangan miilter Turki. Sementara Trump berkukuh bahwa AS tidak mengabaikan sekutu Kurdinya.

urki pada Selasa (8/10) menyatakan pihaknya akan memulai serangan dan dapat berkepanjangan. Turki menyiapkan serangan setelah apa yang dianggap secara luas sebagai restu dari Trump pada akhir pekan lalu. Yakni dengan memerintahkan penarikan pasukan AS yang sebelumnya berfungsi sebagai penyangga.

Senator senior Republik Lindsey Graham pada Selasa mengingatkan keras Turki untuk tidak mengirimkan pasukan ke wilayah utara Suriah. Pasukan Kurdi, yang perannya krusial dalam perang melawan kelompok Islamic State (IS), dicap teroris oleh Turki.

Graham yang sangat dekat dengan Trump mewanti-wanti pemerintah Turki bahwa tidak ada lampu hijau untuk memasuki Suriah utara.

“Penolakan di Kongres dari kedua kubu, yang harus dilihat sebagai garis merah yang tidak boleh dilewati,” kata Graham.

Setelah dilihat seperti memberi lampu hijau, Trump juga mengancam akan menghancurkan ekonomi Turki jika terlalu jauh melangkah.

Turki selalu menentang keras dukungan AS terhadap pasukan Kurdi di Suriah. Karena keterkaitan mereka dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dinyatakan terlarang dan senantiasa melancarkan pemberontakan terhadap Turki sejak 1984. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA