Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.  Foto: JIM WATSON / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Foto: JIM WATSON / AFP

Trump Larang Perjalanan dari Brasil karena Pandemi Memburuk di Amerika Latin Itu

Gora Kunjana, Senin, 25 Mei 2020 | 10:54 WIB

WASHINGTON, investor.id - Presiden Donald Trump mengeluarkan larangan perjalanan dari Brasil ke AS karena pandemi coronavirus memburuk di negara dan ekonomi terbesar di Amerika Latin itu.

Perintah presiden, yang diterbitkan hari Minggu (24/5/2020), menangkal masuknya semua orang asing yang berada di Brasil dua minggu sebelum upaya mereka untuk masuk ke Amerika Serikat. Peraturan mulai berlaku 28 Mei pukul 11:59 malam ET.

Diketahui Brasil telah dengan cepat menjadi salah satu negara yang paling terpukul di dunia ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa pusat pandemi telah bergeser dari Eropa dan AS ke Amerika Selatan.

"Kami telah melihat banyak negara Amerika Selatan dengan jumlah kasus yang meningkat dan jelas ada kekhawatiran di banyak negara tersebut, tetapi yang paling terkena dampaknya adalah Brasil pada saat ini," kata Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat WHO, Jumat selama briefing berita di kantor pusat organisasi Jenewa.

Brasil memiliki lebih dari 347.000 kasus dikonfirmasi virus dan setidaknya 22.013 orang telah meninggal, menurut data dari Johns Hopkins University. Pada titik ini hanya Amerika Serikat yang lebih terpukul dalam hal total kasus positif.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro telah berulang kali meremehkan virus tersebut, menepisnya sebagai "flu kecil" dan menyerang perintah tinggal di rumah yang diberlakukan oleh gubernur sebagai "kejahatan." Dia adalah sekutu dekat Trump yang ideologis.

Sekretaris pers Bolsonaro sendiri dinyatakan positif terkena virus pada Maret setelah menghadiri pertemuan dengan presiden Brasil dan Trump di Mar-a-Lago. Insiden itu menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan Bolsonaro dan Trump pada saat itu, meskipun kedua pemimpin telah dites negatif untuk virus tersebut.

Sumber : CNBC

BAGIKAN