Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor pusat JPMorgan Chase & Co. World di New York City, Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP / Johannes EISELE)

Kantor pusat JPMorgan Chase & Co. World di New York City, Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP / Johannes EISELE)

Analisis JPMorgan:

Trump Menang Paling Diinginkan Pasar Saham

Selasa, 27 Oktober 2020 | 08:27 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Bank investasi Amerika Serikat (AS) JPMorgan memperkirakan indeks S&P500 melonjak 3.900 poin jika Presiden AS Donald Trump terpilih kembali pekan depan. JPMorgan hasil tersebut adalah yang paling diinginkan oleh pasar saham.

Lonjakan 3.900 poin itu adalah setara dengan kenaikan 12,6% dari level penutupan pada Jumat (23/10). Sedangkan jika Demokrat berhasil sapu bersih di Kongres, tambah JPMorgan, hasil itu akan menjadi yang paling netral.

“Kami lihat kemenangan mulus Trump sebagasi hasil yang paling diinginkan oleh pasar saham,” kata JPMorgan dalam catatannya pada Senin (26/10), seperti dikutip Reuters.

Peluang terjadinya “lautan biru” telah menipis sejak pertengahan Oktober 2020. Mantan wakil presiden Joe Biden unggul cukup besar dalam hasil-hasil jajak pendapat nasional. Tapi pertarungan di negara-negara bagian medan tempur kemungkinan menjadi penentu pemilihan presiden (pilpres) 2020 ini.

JPMorgan menyatakan, beberapa hasil pengumpulan data yang dilakukannya, seperti pendaftaran pemilih dan sentimen Twitter menunjukkan pertarungan mengetat. Bank investasi ini melihat kemelut dalam pilpres ini merupakan net positive bagi saham.

Berdasarkan sektornya, JPMorgan mencatat saham-saham energi dan keuangan berpeluang menjadi yang paling diuntungkan jika Trump yang menang. Sedangkan jika Biden yang menang, dapat memicu rotasi dalam saham-saham berkembang menjadi saham-saham non-berkembang di AS. Karena saham-saham non-berkembang itu rentan terdampak oleh kenaikan pajak.

“Kami mencatat sektor energi, finansial, dan kesehatan berpeluang paling banyak pergerakannya karena secara eksplisit disinggung oleh masing-masing kandidat selama masa kampanye,” tambah JPMorgan.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN