Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Trump Menebar Konspirasi Jelang Pemilu Sela 2022

Senin, 7 Juni 2021 | 06:39 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

WASHINGTON, investor.id – Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan usai menyampaikan pidato pertamanya pada Sabtu (5/6) waktu setempat, yang sebagian besar seputar konspirasi. Dalam kesempatan itu, dia mengatakan bahwa pemilihan umum (pemilu) sela pada 2022 sebagai pertempuran untuk kelangsungan hidup Amerika.

Meski demikian, para pengikutnya masih menebak-nebak soal rencana Trump pada 2024.

Pernyataan Trump bahwa “Amerika Serikat (AS) sedang dihancurkan di depan mata kita sendiri” - sejak kalah dari Biden – mendapat tepuk tangan meriah dari para pendukung Partai Republik. Dia juga kembali meluncurkan kritikan sengit untuk Presiden Joe Biden.

“Kelangsungan hidup Amerika tergantung pada kemampuan kita untuk memilih Partai Republik di setiap tingkat, dimulai dengan paruh waktu tahun depan. Kita harus menyelesaikannya. Sebenarnya kita tidak punya pilihan. Kita akan mempertahankan kebebasan kita,” ujar Trump, yang dikutip AFP.

Pidato Trump pada Sabtu, berisikan serangan verbal terhadap target-target favoritnya, termasuk kebijakan perbatasan Biden, Tiongkok, Demokrat kiri radikal, dan teori ras kritis, yang kesemuanya memicu sorakan liar dari pendukungnya.

Menurut gambaran Trump, 2024 – pemilihan presiden (pilpres) – sebagai "tahun yang sangat saya nantikan". Ucapan taipan ini menuai sorakan keras dari para penonton yang menghadiri pidatonya di konvensi Partai Republik,di Greenville, North Carolina.

Namun pidato Trump yang disampaikan di hadapan sekitar 1.250 orang – sebagai pidato besar pertamanya sejak Februari – sepertinya telah kekurangan energi dan antusiasme baru, yang kerap dia bawa saat menggelar kampanye yang bebih besar.

Di sisi lain, ada sebagian besar kerumunan yang terdiam saat Trump mengklaim berhasil mengatasi Covid-19 dan mengembangkan vaksin, yang telah membantu memadamkan pandemi.

Kendati sudah didepak dari media jejaring sosial, pengaruh Trump masih dirasakan di kalangan pendukung partai. Apalagi Trump tetap aktif secara politik, sejak ia meninggalkan Gedung Putih pada Januari.

Pada Sabtu, Trump menolak pengumuman Facebook baru-baru ini mengenai larangan menggunakan media sosial selama dua tahun karena telah melanggar aturan dan memicu serangan mematikan, yang dilakukan oleh para pendukungnya di Gedung Capitol AS.

“Saya tidak terlalu tertarik bahwa mereka mengizinkan saya kembali dalam dua tahun, sangat tidak adil,” tuturnya.

Klaim Palsu

Trump lagi-lagi menyatakan klaim palsu, bahwa kecurangan pemilu telah membuatnya gagal meraih kemenangan yang sah pada tahun lalu. Dia mengatakan, tidak ada contoh yang lebih baik dari korupsi Demokrat dan media, daripada kebohongan (hoax) pemilu 2020. Pemilu tahun itu akan dianggap sebagai kejahatan abad ini.

“Jika Anda pikir orang tidak melihatnya. Orang-orang melihatnya,” katanya kepada para pendukung.

Sebagai informasi – di luar kantor dan di luar media sosial – Trump sekarang kerap mengeluarkan serangkaian pernyataan yang menghasut melalui surat elektronin (e-mail), mulai dari mendukung kandidat Partai Republik yang dipilih, meluncurkan serangan pedas terhadap musuhnya, dan menikmati peran mengusung pemimpin lewat pengaruh politik ketika bertemu dengan para sekutu dan pemimpin partai.

Di samping itu, selama berpidato, menantu perempuannya Lara Trump ikut naik ke panggung untuk mengumumkan tidak akan mencalonkan diri untuk kursi Senat. Pengumuman ini disampaikan menyusul beredarnya spekulasi ambisi politik yang diduga bertujuan membangun dinasti politik.

“Saya katakan 'tidak untuk saat ini', bukan 'tidak untuk selamanya',” pungkas Lara, yang menikahi anak ketiga Trump, Eric Trump.

Trump – yang merupakan pengusaha miliarder – telah secara terbuka melontarkan gagasan untuk mencalonkan diri lagi sebagai presiden. Tetapi dia dipredksi tidak membuat pengumuman definitif dalam waktu dekat.

Menurut laporan, hanya segelintir anggota Partai Republik yang berani memutuskan hubungan dengan Trump. Langkah ini menyusul insiden penyerangan ke Gedung Capitol pada 6 Januari oleh para pendukung Trump, yang dimobilisasi oleh tuduhan tidak berdasar tentang kecurangan pemilu.

Bahkan lebih banyak anggota Partai Republik yang masih melihatnya sebagai aset berharga menjelang pemilu sela pada November 2022, di mana Republik berharap dapat merebut kembali kendali Kongres dari Demokrat.

Menanggapi pidato Trump, Partai Demokrat mengatakan, “lebih dari 400.000 penduduk Amerika tewas (karena Covid-19), jutaan pekerjaan hilang, dan retorika berbahaya yang sembrono tampaknya tidak cukup bagi Partai Republik untuk memutuskan hubungan dengan presiden yang kalah.”

Pengaruhnya yang berkepanjangan semakin menambah perjalanan politiknya yang unik, mengingat dia dikalahkan setelah satu periode menjabat, dan dua kali dimakzulkan.

Trump diperkirakan kembali menggelar kampanye yang lebih besar. Namun bagi kebanyakan anggota Republik, fokus partai dalam kampanye pemilu sela harus menjadi kritik tajam terhadap Biden.

Di samping itu, Trump tampaknya tidak dapat melepaskan teorinya – yang telah dibantah oleh sejumlah hakim dan pejabat negara – bahwa kemenangan pemilu telah dicuri darinya. Kini hampir lima bulan setelah meninggalkan kursi kepresidenan, Trump diketahui hidup nyaman di resor golf Bedminster di dekat New York, dan dia tetap belum secara eksplisit mengakui kekalahannya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN