Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Oracle dan TikTok. ( Foto: cnn.com )

Logo Oracle dan TikTok. ( Foto: cnn.com )

Trump Restui Kesepakatan Tiktok-Oracle-Wallmart

Senin, 21 September 2020 | 07:23 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merestui raksasa teknologi AS, Oracle, untuk menjadi mitra data bagi TikTok dan raksasa ritel AS, Walmart, untuk menjadi mitra komersial bagi penyedia aplikasi berbagi video asal Tiongkok tersebut. TikTok, yang disebut ancaman keamanan nasional oleh pemerintah AS, akan terhindar dari penutupan operasional di AS lewat kesepakatan ini.

Melalui kesepakatan ini, TikTok akan menjadi perusahaan baru AS dengan nama TikTok Global.

“Saya pikir ini akan menjadi kesepakatan yang fantastis. Saya sudah merestuinya. Jika berhasil maka hebat, jika tidak tidak masalah,” kata Trump pada Sabtu (19/9) waktu setempat.

Tak lama kemudian, TikTok yang milik perusahaan Tiongkok bernama ByteDance, mengonfirmasikan tercapainya kesepakatan tersebut. Kesepakatan ini tercapai menjelang batas waktu Minggu (20/9), yang ditetapkan oleh pemerintahan Trump. Yang mana jika tidak tercapai, pengguna di AS tidak akan bisa lagi mengunduh TikTok.

Aplikasi video TikTok dari Tiongkok, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: JIM WATSON, LIONEL BONAVENTURE / AFP )
Aplikasi video TikTok dari Tiongkok, dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: JIM WATSON, LIONEL BONAVENTURE / AFP )

Berdasarkan kesepakatan, Oracle dapat membeli 12,5% saham TikTok. Sedangkan Walmart akan membeli sebanyak 7,5% saham TikTok. Sumber mengatakan, ByteDance akan mempertahankan sisa sahamnya. Tapi karena sudah 40% saham Byte- Dance dimiliki oleh sejumlah investor AS, pemilik saham mayoritas TikTok pada akhirnya adalah AS.

“Kami senang karena proposal TikTok, Oracle, dan Walmart akan mengatasi masalah-masalah keamanan yang disampaikan pemerintah AS dan menuntaskan pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan TikTok di AS,” kata seorang juru bicara TikTok yang tidak disebutkan identitasnya, kepada AFP.

ByteDance juga membenarkan adanya kesepakatan itu lewat media sosial. ByteDance menyatakan ketiga perusahaan akan secepatnya menyelesaikan kesepakatan sesuai aturan yang berlaku di AS maupun Tiongkok.

Jika nantinya rampung, kesepakatan ini akan meredakan perseteruan teknologi antara AS dan Tiongkok. Juga para pengguna TikTok di AS dapat terus menggunakannya. Departemen Perdagangan (Depdag) AS sebelumnya menyatakan, larangan mengunduh TikTok ditangguhkan sampai 27 September 2020. Dengan alasan ada perkembangan positif terkait kesepakatan tersebut.

Kekhawatiran Sebelumnya

Selama beberapa pekan sebelumnya, Trump menuding TikTok mengoleksi data pengguna untuk kepentingan pemerintah Tiongkok. Walau tuduhan- tuduhan itu tanpa disertai bukti. Pada awal Agustus 2020, Trump memberi waktu hingga 20 September 2020 kepada ByteDance untuk menyerahkan operasional TikTok di AS kepada perusahaan AS.

Pada Jumat (18/9), pemerintahan Trump memerintahkan larangan mengunduh TikTok dan aplikasi pesan asal Tiongkok juga, WeChat. Tik- Tok saat ini sudah menjadi fenomena global. Digemari anak muda di seluruh dunia.

Dengan jumlah pengguna sudah mencapai 100 juta di AS saja. Trump mengatakan, ketiga perusahaan akan menggunakan server awan terpisah. Masalah keamanan juga akan terjamin 100%.

“Kesepakatan ini akan membuahkan perusahaan baru, berkantor pusat di Texas, tidak akan ada hubungannya dengan Tiongkok, tapi namanya akan tetap TikTok,” kata Trump.

Oracle akan berwenang menampung seluruh data pengguna AS dan keamanan sistem-sistem komputer terkait. Sedangkan Walmart akan menangani penjualan secara daring, manajemen pemesanan, dan layanan pembayaran.

Dalam pernyataan bersamanya, Oracle dan TikTok menyebut TikTok Global akan membayar lebih dari lima miliar dalam dolar pajak baru ke pemerintah AS.

Para pihak yang termasuk dalam kesepakatan ini akan meluncurkan inisiatif untuk mengembangkan pendidikan berbasis daring dengan TikTok. Trump juga sebelunya mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam kesepakatan akan berkontribusi terhadap pendidikan.

Masalah Tersisa

Berdasarkan perintah AS pada Jumat, WeChat yang dimiliki perusahaan Tiongkok Tencent tidak akan dapat digunakan lagi di AS mulai Minggu (20/9).

Sedangkan menyusul pengumuman kesepakatan TikTok-Oracle- Walmart, para pengguna TikTok dilarang memasang pembaruan aplikasi mulai 27 September 2020. Kementerian Perdagangan Tiongkok meresponsnya pada Sabtu dengan mengecam tindakan AS sebagai perundungan. AS dianggap telah melanggar norma-norma perdagangan internasional dan tidak memiliki bukti atas ancaman keamanan yang digaungkannya. Tiongkok kemudian meluncurkan mekanisme sanksi bagi perusahaan-perusahaan asing.

Menurut Departemen Keuangan AS, kesepakatan TikTok ini masih harus difinalisasi oleh para partisipan dan disetujui oleh komisi keamanan nasional federal AS. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN