Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AFP / SAUL LOEB)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AFP / SAUL LOEB)

Perundingan Dagang AS-Tiongkok

Trump Suarakan Harapan Baru

Iwan Subarkah Nurdiawan, Sabtu, 12 Oktober 2019 | 09:19 WIB

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (11/10) menyebut tim juru runding negaranya dan Tiongkok sedang mengupayakan kemajuan yang berarti dalam perundingan dagang lanjutan di Washington. Komentar Trump ini membuka harapan baru bahwa perang dagang antara kedua negara akan berakhir.

Komentar Trump via Twitter itu memicu reli saham. Wall Street menghapus seluruh penurunan sepanjang pekan ini. Karena para investor bertaruh bahwa akan ada kesepakatan parsial, yang akan mendorong AS untuk menunda kenaikan tarif atas ratusan miliar dolar AS barang impor Tiongkok, yang sedianya dijatuhkan pekan depan.

“Hal-hal baik sedang terjadi dalam pertemuan perdagangan dengan Tiongkok. Suasananya lebih hangat dibandingkan yang sudah-sudah. Semua pihak berharap akan ada sesuatu yang signifikan nanti!” tutur Trump, tak lama setelah hari kedua negosiasi bergulir.

Trump pada Jumat waktu setempat dijadwalkan bertemu kepala juru runding Tiongkok Liu He. Pertemuan ini juga ditangap sebagai pertanda bahwa kedua pihak akan mengeluarkan sebuah pengumuman positif.

Karena gejolak yang tengah membelit Gedung Putih, Trumpp diperkirakan setuju untuk melakukan kesepakatan parsial dengan Tiongkok.

Trump dihadapkan para penyelidikan pemakzulan oleh kubu Partai Demokrat. Publik AS dikabarkan semakin menerima penyelidikan tersebut.

Selain itu, kubu bipartisan di Kongres AS juga melancarkan kritik karena pemerintah AS seakan mengizinkan Turki untuk menyerang pasukan Kurdi yang merupakan mitra AS dalam melawan Islamic State (IS). Restu AS itu tampak dengan penarikan pasukan khusus dari perbatasan di timur laut Suriah.

Sejak perang dagang AS-Tiongkok meletus tahun lalu, timbul tenggelamnya harapan penyelesaian sengketa tidak sekali dua kali terjadi. Hubungan dua raksasa ekonomi dunia ini pun sempat memburuk.

Pada musim semi tahun ini, kedua pihak menyatakan bahwa kesepakatan tak lama lagi tercapai. Lalu serta merta AS mengumumkan kenaikan tarif atas barang impor Tiongkok pada Mei 2019. AS menuding Tiongkok mengingkari komitmen-komitmen yang sudah tertuliskan.

Laporan-laporan media sepanjang pekan ini memperkirakan kesepakatan parsial antara AS dan Tiongkok akan berupa Tiongkok terus mengimpor produk pertanian AS dan menahan diri untuk tidak memanipulasi mata uang. Sementara pihak AS akan menangguhkan kenaikan tarif. (afp/sn)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA