Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah tangkai bunga diletakkan tugu peringatan darurat di depan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) untuk mengenan mendiang Hakim Ruth Bader Ginsburg pada 21 September 2020 di Washington, DC. Hakim Ginsburg meninggal dunia pada 18 September 2020 di usia ke -87 tahun karena menderita komplikasi pankreas. ( Foto:  ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP )

Sejumlah tangkai bunga diletakkan tugu peringatan darurat di depan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) untuk mengenan mendiang Hakim Ruth Bader Ginsburg pada 21 September 2020 di Washington, DC. Hakim Ginsburg meninggal dunia pada 18 September 2020 di usia ke -87 tahun karena menderita komplikasi pankreas. ( Foto: ALEX WONG / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP )

Trump Tetap Percepat Penggantian Hakim Agung

Senin, 21 September 2020 | 07:15 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (19/9) waktu setempat mengatakan akan menominasikan perempuan untuk menggantikan mendiang Ruth Bader Ginsburg sebagai hakim Mahkamah Agung (MA).

Keinginan Trump untuk mempercepat proses tersebut, walau sangat ditentang oleh Partai Demokrat, kemungkinan mendominasi sisa masa kampanye pilpres 3 November 2020. Bersamaan dengan isu panas lainnya, seperti pandemi virus corona Covid-19 dan masalah kerusuhan rasial.

“Saya pikir ini akan berjalan cepat. Pilihan saya akan ditetapkan pekan depan (pekan ini),” ujar Trump, kepada para wartawan di luar Gedung Putih di Washington, yang dikutip oleh AFP.

Saat kampanye di kota Fayetteville, negara bagian Carolina Utara, pada hari yang sama, Trump secara spontan meminta massa memilih apakah pengganti itu perempuan atau laki-laki. Audiens secara lantang meneriakkan perempuan.

“Ini jajak pendapat yang sangat akurat karena sesuai keinginan saya. Dia adalah seorang perempuan, sangat bertalenta, sangat cemerlang, tapi belum saya tentukan karena daftarnya banyak,” tutur Trump.

Ginsburg, yang populer di antara kaum Demokrat, meninggal dunia dalam usia 87 tahun pada Jumat (18/9) setelah lama berjuang melawan kanker.

Kematiannya terjadi hanya beberapa pekan sebelum pilpres 3 November 2020. Kepergiannya memberi peluang bagi kubu Republik untuk mengukuhkan mayoritas konservatif hingga berpuluh tahun ke depan. Karena para hakim agung di AS ditunjuk untuk seumur hidup.

Pertaruhannya menjadi sangat tinggi karena setiap keputusan MA berpengaruh terhadap isu-isu panas di masyarakat. Dari mulai soal aborsi, layanan kesehatan, pengendalian kepemilikan senjata, hingga hak-hak kaum penyuka sesama jenis.

Pertaruhan itu menjadi lebih tinggi lagi karena pilpres tahun ini berlangsung sangat sengit. Para hakim agung bakal menjadi penentu terhadap segala sengketa hasil pilpres. Seperti tatkala mereka memenangkan George W Bush pada pilpres 2000.

Hakim Barbara Lagoa dari negara pemilihan Florida. Hakim Lagoa, yang keturunan Hispanik-Amerika ini berada dalam daftar pendek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menggantikan  mendiang Ruth Bader Ginsburg sebagai hakim Mahkamah Agung (MA). Calon lainnya adalah Hakim Amy Coney Barrett. ( Foto: HANDOUT / AFP )
Hakim Barbara Lagoa dari negara pemilihan Florida. Hakim Lagoa, yang keturunan Hispanik-Amerika ini berada dalam daftar pendek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menggantikan mendiang Ruth Bader Ginsburg sebagai hakim Mahkamah Agung (MA). Calon lainnya adalah Hakim Amy Coney Barrett. ( Foto: HANDOUT / AFP )

Sudah Dua

Selama masa jabatannya yang sekarang, Trump sudah menunjuk dua hakim agung, yakni Brett Kavanaugh dan Neil Gorsuch. Sehingga kubu konservatif menguasai 5:4 mayoritas sebelum kematian Ginsburg. Walaupun belum tentu kelompok mayoritas di MA itu menguntungkan Trump. Sudah ada beberapa contoh tatkala kubu konservatif malahan mendukung koleganya yang progresif.

Tapi Trump juga mendapatkan amunisi baru untuk terus maju. Yakni antusiasme luar biasa di antara para pendukungnya yang anti-aborsi dan para pemuka agama.

Dengan tersisa 45 hari menuju hari pemungutan suara dan pemungutan suara awal sudah berlangsung di beberapa negara bagian, kubu Demokrat tidak mau kehilangan momentum. Mereka menolak keras proses cepat penunjukkan pengganti Ginsburg.

“Pemilih yang seharusnya memilih presiden dan presiden terpilih yang seharusnya memilih hakim untuk kemudian dipertimbangkan oleh Senat,” kata Joe Biden, penantang Trump.

Walaupun opsi yang dimiliki Demokrat terbatas, ketua minoritas Senat Chuck Schumer mengatakan, jika Republik tetap maju dengan percepatan proses itu, semua opsi itu akan digunakan. “Posisi lowong ini seharusnya tidak diisi sampai kita punya presiden baru,” ujar Schumer akhir pekan lalu.

Ia mengulang kata-kata ketua mayoritas Senat Republik Mitch McConnell pada 2016, yang menolak calon yang diajukan Barak Obama, Merrick Garland.

Secara teoretis, Republik akan mendapatkan dukungan Senat untuk memuluskan pilihannya Trump. Calon ini dapat terganjal jika ada yang membelot.

Senator Republik Susan Collins menjadi yang pertama secara terbuka mengatakan pada Sabtu bahwa dirinya tidak akan mendukung calon yang diajukan oleh Trump sebelum pilpres. 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN