Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita berjalan melewati kantor cabang perusahaan perjalanan TUI di Berlin, Jerman pada 13 Agustus 2020, di tengah pandemi virus corona Covid-19. ( Foto: TOBIAS SCHWARZ / AFP )

Seorang wanita berjalan melewati kantor cabang perusahaan perjalanan TUI di Berlin, Jerman pada 13 Agustus 2020, di tengah pandemi virus corona Covid-19. ( Foto: TOBIAS SCHWARZ / AFP )

TUI Bukukan Rugi Besar

Jumat, 14 Agustus 2020 | 07:43 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

FRANKFURT AM MAIN, investor.id – Perusahaan multinasional operator perjalanan dan pariwisata, TUI pada Kamis (13/8) mencatatkan kerugian besar-besaran untuk Kuartal III-2020. Kerugian itu disebabkan oleh pandemi virus corona Covid-19 yang melanda sektor perjalanan global.

Bahkan raksasa pariwisata di Jerman itu telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK), dan penutupan toko-toko sehingga membukukan rugi bersih sebanyak 1,42 miliar euro (US$ 1,7 miliar) dalam periode April hingga Juni tahun ini.

Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, perusahaan telah membukukan laba bersih 22,8 juta euro.

TUI menjalankan tahun bisnisnya dari Oktober hingga September, dan dalam sembilan bulan hingga Juni catatan kerugian bersih kumulatif TUI mencapai 2,3 miliar euro.

Pada Kuartal III saja, pendapatan perusahaan turun 98% menjadi 71,8 juta euro, karena hotel, kapal pesiar dan operasional penerbangan ditutup oleh pemberlakuan lockdown virus corona global.

TUI dilaporkan baru memulai kembali operasi pariwisata pada Juni, termasuk perjalanan pertama yang banyak dipublikasikan dengan wisatawan Jerman ke pulau Mallorca di Spanyol.

Dengan beroperasinya perusahaan perjalanan itu, dapat kembali membuka sekitar 55 hotel selama kuartal tersebut, atau setara dengan sekitar 15% dari total portofolio.

Perusahaan operator perjalanan yang berbasis di Hanover itu sebelumnya telah mengumumkan bakal memangkas 8.000 lapangan kerja di seluruh dunia untuk mengurangi biaya.

“Kami menargetkan penghematan tahunan permanen lebih dari 300 juta euro,” demikian pernyataan TUI, seperti dilansir dari AFP.

Ke depan, TUI mengatakan akan menutupi biaya dan mencapai titik impas pada tingkat operasi pada kuartal keempat. Dikatakan juga bahwa tingkat pemesanan untuk musim panas 2021 mengalami kenaikan 145% dibandingkan 2020.

“Catatan pemesanan saat ini meningkat secara signifikan karena pelanggan memesan ulang liburan dari musim panas ini dan ingin mendapatkan liburan baru lebih awal,” tutur TUI.

Publikasi laporan pendapatan Kuartal III TUI, dilakukan sehari setelah perusahaan mendapatkan paket bantuan pemerintah yang baru.

Sebagai informasi, Pemerintah Jerman dan TUI menyetujui bantuan publik lebih lanjut sebanyak 1,2 miliar euro di atas pinjaman 1,8 miliar euro yang diperoleh perusahaan pada April. Dengan demikian, berarti TUI sekarang memiliki 2,4 miliar euro dalam bentuk tunai.

“Dengan batas kredit negara bagian kedua, kami siap jika pandemi kembali berdampak besar pada pariwisata,” ujar CEO TUI, Fritz Joussen.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN