Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang anak lelaki melihat dari balik kaca mobil, saat mereka bersiap pergi setelah sebuah mortir yang ditembakkan dari pihak Suriah mengenai rumah mereka di Akcakale, provinsi Sanliurfa. Turki pada 9 Oktober 2019. Turki telah melancarkan serangan besar-besaran ke daerah-daerah yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut, dengan pemboman intensif diikuti oleh serangan darat yang memungkinkan dengan penarikan pasukan AS. ( Foto: AFP / BULENT KILIC )

Seorang anak lelaki melihat dari balik kaca mobil, saat mereka bersiap pergi setelah sebuah mortir yang ditembakkan dari pihak Suriah mengenai rumah mereka di Akcakale, provinsi Sanliurfa. Turki pada 9 Oktober 2019. Turki telah melancarkan serangan besar-besaran ke daerah-daerah yang dikuasai Kurdi di Suriah timur laut, dengan pemboman intensif diikuti oleh serangan darat yang memungkinkan dengan penarikan pasukan AS. ( Foto: AFP / BULENT KILIC )

Turki Lancarkan Serangan ke Suriah Utara

Iwan Subarkah Nurdiawan, Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:30 WIB

RAS AL AIN, investor.id – Suriah melancarkan serangan udara ke posisi-posisi pasukan Kurdi di Suriah utara pada Rabu (9/10). Sejumlah ledakan juga menghantam daerah perbatasan tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan serangan itu via Twitter dan menyebutnya sebagai Operasi Timbulnya Perdamaian.

Tak lama kemudian, asap putih mengepul dari wilayah perbatasan Ras Al Ain. Koresponden AFP melaporkan sejumlah jet tempur meraung-raung melintasi wilayah tersebut.

“Misi kami adalah mencegah timbulnya koridor teror di sepanjang perbatasan selatan kami dan membawa perdamaian ke wilayah tersebut. Operasi ini menargetkan militan Kurdi dan kelompok Islamic State,” tutur Erdogan.

Observatorium Suriah untuk HAM, lembaga pemantau perang asal Inggris, melaporkan bahwa serangan udara Turki telah menghantam wilayah Ras Al Ain.

Kantor berita Turki Anadolu melaporkan pengeboman terhadap posisi-posisi militan Kurdi di kota perbatasan Tal Abyad.

Wartawan juga melaporkan serangan artileri Turki menghantam wilayah tersebut. Puluhan warga sipil melarikan diri dengan mobil dan sepeda motor.

Pasukan Demokratik Suriah, milisi Kurdi yang menguasai sebagian besar wilayah timur laut Suriah, membenarkan serangan itu.

“Jet-jet tempur Turki mulai melancarkan serangan udara. Masyarakat di wilayah ini dilanda kepanikan luar biasa,” ujar juru bicaranya Mustefa Bali, via Twitter.

Presiden Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jerry Matthews Matjila, yang juga Dubes Afrika Selatan untuk PBB, meminta Turki melindungi warga sipil dan menahan diri dalam operasi militernya di Suriah.

Ia berharap DK PBB segera menggelar pertemuan, tapi harus dilakukan oleh para perancang resolusi Suriah. Belgia, Jerman, dan Kuwait adalah anggota DK PBB yang bertugas memantau situasi kemanusiaan di Suriah, sehingga tugas mereka untuk menggelar pertemuan tersebut.

Pasukan Kurdi Suriah pada Rabu menggalang warga sipil sebagai tameng. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak menafikan sekutunya Kurdi, yang berperan sangat besar dalam perang melawan IS.

Trump pada akhir pekan lalu dianggap memberi lampu hijau terhadap serangan oleh Turki, setelah memerintahkan penarikan pasukan dari perbatasan Turki-Suriah. Padahal pasukan AS selama ini menjadi penyangga di wilayah rawan tersebut.

Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mendesak Erdogan untuk berpikir masak-masak sebelum melancarkan serangan.

Turki berkukuh bahwa serangan ini diperlukan untuk meredam kekuatan Pasukan Demokratik Suriah, karena keterkaitan mereka dengan para pemberontak Kurdi di Turki.

Turki juga menginginkan zona selamat di sisi dalam perbatasan Suriah, untuk memulangkan sebagian dari 3,6 juta pengungsi Suriah selama delapan tahun perang sipil di negara tetangganya itu. (afp/sn)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA