Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi aplikasi Twitter terlihat di Apple App Store pada Apple iPhone 13 Pro di Washington, AS pada 28 November 2022. (FOTO: SAMUEL CORUM / AFP)

Ilustrasi aplikasi Twitter terlihat di Apple App Store pada Apple iPhone 13 Pro di Washington, AS pada 28 November 2022. (FOTO: SAMUEL CORUM / AFP)

Twitter Elon Musk Cabut Aturan Terhadap Misinformasi Covid-19

Rabu, 30 Nov 2022 | 10:25 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – Twitter mengatakan telah mencabut kebijakan yang dimaksudkan untuk mencegah penyebaran informasi yang salah tentang Covid-19. Pemilik barunya, Elon Musk, terus membuat ulang kebijakan moderasi konten meski sebelumnya berselisih dengan pejabat Amerika Serikat (AS) mengenai aturan keamanan pandemi.

Langkah itu dilakukan setelah miliarder itu mengaktifkan kembali banyak akun di jaringan media sosial yang sebelumnya telah dilarang karena melanggar aturan kontennya, seperti akun mantan presiden AS Donald Trump.

“Efektif 23 November 2022, Twitter tidak lagi memberlakukan kebijakan informasi menyesatkan Covid-19,” bunyi pesan yang diunggah di halaman web transparansi Twitter, Rabu (30/11).

Baca juga: Musk Beri Sinyal Twitter Akan Berperang dengan Apple

Advertisement

Selama pandemi, Twitter melabeli cuitan yang menyesatkan tentang Covid-19 dan membatasi pengguna yang terus menyebarkan informasi yang salah itu.

Konten yang dilarang di antaranya berupa pernyataan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi orang agar melanggar pedoman otoritas kesehatan, bersama dengan obat palsu, atau penolakan fakta ilmiah, menurut blog Twitter.

Hingga September tahun ini Twitter telah menangguhkan 11.230 akun berdasarkan kebijakan tersebut, kata blog tersebut.

Musk, yang juga menjalankan Tesla, bentrok dengan pejabat AS pada 2020 atas perintah keselamatan pandemi yang menutup sementara pabrik raksasa mobil listrik (EV) itu di California. Ia menyebut perintah berlindung di tempat “fasis” dan “kebiadaban” yang melanggar kebebasan pribadi.

Baca juga: Elon Musk Umumkan “Amnesti” untuk Akun Twitter yang Dilarang

Di bawah pimpinan Musk, yang menyebut dirinya “kebebasan berbicara absolut”, Twitter telah mulai memulihkan sekitar 62.000 akun dalam apa yang disebut secara internal sebagai “Big Bang”, menurut blog berita Platformer.

Yoel Roth, mantan kepala kepercayaan dan keamanan di Twitter yang keluar setelah Musk mengambil alih, mengatakan dalam wawancara Selasa (29/11) di konferensi Knight Foundation bahwa dia tidak yakin berapa banyak karyawan yang tersisa di perusahaan untuk memoderasi konten.

“Saya tidak bisa memberi tahu Anda, karena direktori perusahaan kami telah dimatikan sejak akuisisi dan hampir tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti siapa yang masih tersisa di Twitter,” kata Roth saat ditanya oleh pewawancara Kara Swisher, dilansir dari AFP.

“Itu sangat kacau,” imbuhnya.

Baca juga: Elon Musk Balas Sindiran Raja Horor Stephen King

Musk percaya bahwa semua konten yang diizinkan oleh undang-undang harus diizinkan di Twitter. Pada Senin (28/11), ia menggambarkan tindakannya sebagai “revolusi melawan sensor daring di Amerika.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com