Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria berjalan masuk ke kantor pusat Korporat Uber di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS). Perusahaan merilis laporan pada 5 Desember 2019, bahwa tercatat hampir 6.000 kejadian kekerasan seksual, termasuk lebih dari 450 kasus perkosaan, yang dilaporkan ke Uber di AS pada 2017 dan 2018. ( Foto: AFP / JOSH EDELSON )

Seorang pria berjalan masuk ke kantor pusat Korporat Uber di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS). Perusahaan merilis laporan pada 5 Desember 2019, bahwa tercatat hampir 6.000 kejadian kekerasan seksual, termasuk lebih dari 450 kasus perkosaan, yang dilaporkan ke Uber di AS pada 2017 dan 2018. ( Foto: AFP / JOSH EDELSON )

Uber Ungkap Ribuan Laporan Pelecehan Seksual di AS

Sabtu, 7 Desember 2019 | 09:59 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – Perusahaan angkutan daring Uber melaporkan pada Kamis (5/12) waktu setempat bahwa hampir 6.000 pelecehan seksual, termasuk lebih dari 450 kasus pemerkosaan, terjadi di Amerika Serikat (AS) antara 2017 dan 2018. Pengungkapan ini terjadi di tengah tekanan yang juga dihadapi oleh perusahaan untuk merespons lebih baik laporan-laporan pelecehan tersebut.

Laporan keselamatan yang mengungkapkan detail serangan yang dialami pengemudi maupun penumpang itu adalah yang pertama kalinya angkanya dibuka kepada umum oleh Uber. Diungkapkan juga ada 19 serangan yang sampai menimbulkan korban jiwa selama periode dua tahun tersebut.

Laporan Uber ini mengklasifikasikan serangan seksual dari mulai hubungan seksual secara paksa hingga ciuman dan sentuhan tak diinginkan. Total jumlah laporan serangan itu naik sepanjang 2018 di tiga dari lima kategori.

Tapi Uber menyatakan bahwa frekuensi serangan menurun 16% bersamaan dengan naiknya jumlah penumpang.

“Walau laporan-laporan ini terbilang jarang, tapi setiap laporan mencerminkan individu yang berani bicara untuk berbagi pengalaman menyakitkannya. Bahkan satu laporan pun sudah terlalu banyak,” tambah laporan tersebut.

Uber mengungkapkan bahwa sebanyak delapan penumpang, tujuh pengemudi, dan empat pihak ketiga terbunuh dalam serangan fisik mematikan terkait layanan Uber.

Perusahaan ini juga menyediakan statistik mengenai kecelakaan-kecelakaan fatal. Disebutkan ada 107 orang yang tewas dalam 97 kejadian kecelakaan selama dua tahun tersebut.

Uber menyatakan bahwa tingkat kematian turun pada tahun lalu dari 0,59 menjadi 0,57 per 100 juta mil berkendara. Level tersebut diklaim sekitar separuh dari rata-rata nasional.

Sementara Lyft, rival Uber dan memposisikan diri sebagai perusahaan yang lebih bertanggung jawab secara sosial, malah menghadapi serangkaian gugatan pelecehan seksual atau pemerkosaan, yang diduga terjadi di dalam kendaraan yang terkait dengan perusahaan asal California, AS tersebut.

Sebanyak 20 perempuan menggugat Lyft di San Francisco pada pertengahan pekan ini. Sebanyak muncul 14 gugatan pada September 2019. (afp/sn)

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN