Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (kiri) dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel berbicara kepada pers menjelang konferensi video tentang keamanan dan pertahanan dan di lingkungan selatan Uni Eropa (UE), di Brussels, Belgia, pada 26 Februari 2021. ( Foto: Johanna Geron / POOL / AFP )

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg (kiri) dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel berbicara kepada pers menjelang konferensi video tentang keamanan dan pertahanan dan di lingkungan selatan Uni Eropa (UE), di Brussels, Belgia, pada 26 Februari 2021. ( Foto: Johanna Geron / POOL / AFP )

UE Bersepakat untuk Perkuat Pertahanan

Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:12 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BRUSSELS, investor.id - Para pemimpin Uni Eropa (UE) pada Jumat (26/2) membahas upaya-upaya yang bertujuan memperkuat kemampuan blok tersebut dalam mengatasi ancaman-ancaman keamanan. Secara bersamaan, Komisi Eropa berupaya meyakinkan kelompok yang skeptis terhadap upaya menjadikan Eropa sebagai blok yang lebih tegas.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg bergabung dalam pertemuan lewat video itu, untuk membicarakan kerja sama dalam menghadapi sejumlah kekhawatiran. Sebelumnya, beberapa negara anggota mengkhawatirkan dorongan UE dapat merusak aliansi yang didukung Amerika Serikat (AS), pada saat Presiden Joe Biden yang baru menjabat ingin membangunnya kembali.

"Saya sangat yakin pemerintahan baru Biden ini menawarkan kesempatan unik untuk memperbarui aliansi yang kuat antara Eropa dan Amerika Serikat," Presiden Dewan Eropa Charles Michel di awal pertemuan, Jumat (26/2).

Kemitraan yang kuat membutuhkan mitra yang kuat, tambah dia. Itulah mengapa saya yakin Uni Eropa yang lebih kuat adalah NATO yang lebih kuat," imbuhnya.

Perdebatan telah berkecamuk selama beberapa dekade tentang peran apa yang harus dimainkan Uni Eropa atas pertahanan, sementara masing-masing negara sering kali enggan menyetujui langkah untuk mengintegrasikan kemampuan militer.

Pemerintah Prancis memperjuangkan dorongan untuk otonomi strategis, memperdebatkan pandemi virus corona. Pemerintah Rusia yang bangkit kembali dan mantan pemimpin AS Donald Trump memutuskan sekutunya menunjukkan Eropa harus mampu bertahan sendirian.

"Kami berbagi populasi yang sama, anggota yang sama, lingkungan yang sama, dan kesamaan tantangan. Sangat jelas bahwa kita perlu bekerja sama," kata Stoltenberg, yang berdiri di samping Michel.

Draf hasil pertemuan yang dilihat oleh AFP memperkirakan para pemimpin menegaskan kembali, bahwa di hadapan meningkatnya ketidakstabilan global, UE perlu lebih bertanggung jawab atas keamanannya. Tetapi tidak ada yang pengumuman nyata baru yang diantisipasi.

Lebih Kuat

Sebanyak 27 negara akan bersikeras ingin memperkuat kemitraan UE dengan NATO dan bekerja sama dengan Pemerintah AS di bawah kepemimpinan baru Biden.

"Kerja sama global ini akan mendapatkan keuntungan dari UE yang lebih kuat di bidang keamanan dan pertahanan," bunyi draf tersebut.

Para pemimpin juga akan fokus pada dorongan oleh Eropa untuk lebih melindungi dirinya dari serangan siber, dan meminta Komisi Eropa untuk menghasilkan peta jalan untuk mendorong pengembangan teknologi strategis.

Ambisi para pemimpin UE pada pertahanan bersama telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Semua pemerintah kecuali dua negara telah mendaftar dalam pakta Kerja Sama Terstruktur Permanen (PESCO) pada 2017 untuk meningkatkan kerja sama.

Hengkangnya Inggris dari UE membuat blok tersebut kehilangan kekuatan militer dan diplomatik. Tetapi juga menyingkirkan lawan sengit dari apa pun yang mungkin mengarah pada pembicaraan tentang pembentukan tentara Eropa pada pertemuan UE.

Negara-negara UE sedang berusaha mengimplementasikan dana miliaran euro untuk mendanai bersama proyek pertahanan industri dan Fasilitas Perdamaian Eropa (EPF) senilai lima miliar euro. Pendanaan ini memungkinkan UE menyediakan peralatan dan bantuan militer bagi negara mitra.

Tetapi pertanyaan kunci tetap ada pada bagaimana proyek seperti EPF akan dilaksanakan. Sebelumnya, seorang diplomat senior mengungkapkan beberapa negara menolak untuk melampaui misi pelatihan.

Mempertanyakan NATO

Para diplomat mengatakan Komisi Eropa menerima dukungan dari pemerintahan Biden atas upayanya, ketika Menlu AS Antony Blinken berbicara dengan para menlu UE pada Senin (22/2).

Trump sempat mengguncang NATO ketika dia menuduh sekutu AS mengeluarkan uang terlalu sedikit untuk pertahanan dan mengambil keuntungan dari AS. Tetapi Biden telah menyatakan aliansi trans-Atlantik kembali diperkuat.

Seorang pejabat senior UE mengakui dorongan untuk otonomi Eropa telah mengkhawatirkan beberapa pihak di blok tersebut, yang melihat ke arah NATO sebagai benteng pertahanan melawan pemerintah Rusia yang lebih agresif.

"Kapasitas Uni Eropa untuk bertindak dengan cara yang lebih otonom membuat negara-negara anggota takut berada di garis depan melawan Rusia, karena mereka takut melepaskan diri dari NATO," kata pejabat itu.

Kegelisahan itu membesar pekan lalu, ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali mempertanyakan apakah aliansi transatlantik masih relevan di dunia pasca-Perang Dingin.

Pandangan tersebut hanya mendapat sedikit dukungan, sementara kekuatan ekonomi terkemuka Jerman tetap berkomitmen kuat untuk NATO.

Aliansi dengan Amerika Utara, yang mencakup 21 anggota UE, telah menjadi landasan keamanan Eropa sejak didirikan lebih dari tujuh dekade lalu untuk menghadapi Uni Soviet.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN