Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri ke kanan): Project Leader of Greeneration
Fahrian Yovantra, Executive Director of Greeneration Foundation Vanessa Letizia, dan Konselor Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Michael Bucki berfoto bersama usai konferensi pers tentang penyelenggaraan Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) ke-3 di Jakarta, pada 7 November 2019. ( Foto: Istimewa )

(kiri ke kanan): Project Leader of Greeneration Fahrian Yovantra, Executive Director of Greeneration Foundation Vanessa Letizia, dan Konselor Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia Michael Bucki berfoto bersama usai konferensi pers tentang penyelenggaraan Indonesia Circular Economy Forum (ICEF) ke-3 di Jakarta, pada 7 November 2019. ( Foto: Istimewa )

UE Dukung Gelaran Forum Ekonomi Sirkular Indonesia ke-3

Happy Amanda Amalia, Sabtu, 9 November 2019 | 11:09 WIB

JAKARTA, investor.id – Uni Eropa (UE) menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan Forum Ekonomi Sirkular Indonesia ke-3 (3rd Indonesia Circular Economy Forum/ICEF) yang akan berlangsung pada 11-12 November di Jakarta. Menurut Duta Besar (Dubes) UE untuk Indonesia Vincent Piket, ekonomi sirkular merupakan pendekatan yang strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan mendapat perhatian besar dunia karena dipercaya dapat membantu mencapai 134 target dalam Sustainable Development Goals (SDGs)

“Transisi dari konsep linear menjadi ekonomi sirkular adalah satu-satunya langkah menuju masa depan. Ekosistem bumi sudah menanggung beban yang begitu besar. Saat ini manusia telah menggunakan sumber daya bumi sebanyak 1,7 kali dari yang dapat digantikan secara alami. Kita menghabiskan modal alam yang seharusnya dinikmati oleh generasi masa depan,” ujar Vincent dalam keterangan pers.

Dia menambahkan bahwa ekonomi sirkular telah menjadi elemen utama dalam kegiatan industri dan strategi ekonomi Uni Eropa. “Di tengah dunia dengan sumberdaya terbatas ini, transisi menuju ekonomi sirkular sangat mungkin terjadi juga di Indonesia. Kita dapat bekerjasama untuk mempercepat dan memfasilitasi perubahan tersebut, bersama-sama,” tuturnya.

Sebagai upaya mempercepat implementasi ekonomi sirkular di Indonesia, Greeneration Foundation kembali menggelar ICEF untuk ke-3 kalinya. Forum yang tahun ini mengangkat tema Towards a Sustainable Future through Circular Business Practices, akan dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, dunia industri dan sektor swasta, akademisi, praktisi profesional, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Direktur Eksekutif Greeneration Foundation Vanessa Letizia menyampaikan, bahwa Indonesia telah menuangkan konsep ekonomi sirkular dalam hal pengurangan limbah dan penanganan sampah terpadu, sebagaimana termuat dalam Peraturan Presiden No. 97/2017 tentang Strategi dan Kebijakan Nasional (Jakstranas).

“Perubahan menuju ekonomi sirkular mensyaratkan partisipasi semua pihak. Kami menghadirkan berbagai narasumber, baik dari dalam maupun luar negeri, yang akan membantu mengidentifikasi tantangan dan potensi ekonomi sirkular di Indonesia, serta berbagi pengalaman kolaborasi mereka dengan berbagai pihak,” katanya.

Selain oleh Uni Eropa, ICEF 2019 juga disponsori oleh Pemerintah Norwegia, Pemerintah Denmark, Pemerintah Belanda, dan the Academy of Medical Sciences. Forum tahun ini pun mendapat dukungan dari dari Pemerintah Finlandia, Waste4Change, PRAISE, Systemiq, Universitas Indonesia, Coventry University, Blue Economy Foundation, Global Compact Network, GIZ, IATL ITB, MVB, McKinsey.org dan Napindo.

Sumber : PR

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA