Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

UE Masuk Pasar untuk Danai Stimulus US$ 900 M

Rabu, 2 Juni 2021 | 06:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Uni Eropa (UE) akhirnya siap untuk menggalang dana dari pasar publik untuk memulihkan perekonomian 27 negara anggotanya, setelah terguncang dan masih terdampak pandemi Covid-19.

Blok mata uang tunggal itu mengambil keputusan luar biasa pada Juli 2020 untuk secara bersama-sama mengumpulkan modal guna mendanai pemulihan ekonomi – yakni sebuah upaya fiskal senilai 750 miliar euro (US$ 917 miliar). Stimulus ini berada di atas dari apa yang telah dikerahkan oleh masing-masing pemerintah setelah pandemi.

Sekarang setelah semua langkah legislatif diambil, Komisi Eropa dapat memanfaatkan pasar modal untuk mencari dana tersebut pada awal bulan ini.

“Komisi Eropa siap untuk pergi ke pasar untuk mengumpulkan uang agar Uni Eropa lebih hijau, lebih digital dan tangguh,” demikian cuitan Presiden Ursula von der Leyen di Twitter, yang dikutip CNBC.

Institusi tersebut mengatakan pada Senin (31/5), bahwa 38 lembaga keuangan akan menjadi dealer utama, termasuk BNP Paribas Prancis, Deutsche Bank Jerman, dan UniCredit Italia.

Selain itu, sebanyak 27 ibu kota negara anggota Uni Eropa akan menerima pencairan pertama sebesar 13% dari jumlah total yang telah dialokasikan untuk mereka dalam beberapa bulan mendatang. Sedangkan, pembayaran di masa depan akan bergantung pada apakah negara-negara ini menerapkan reformasi yang diperlukan.

Itu sebabnya mengapa negara-negara anggota mengajukan rencana pemulihan yang menguraikan tentang, bagaimana mereka akan menggunakan uang tersebut dan bagaimana mereka akan membuat ekonomi mereka lebih kompetitif.

Namun, dokumen-dokumen tersebut masih ditinjau oleh Komisi Eropa dan harus diteliti untuk terakhir kalinya oleh negara-negara anggota. Badan eksekutif UE bermaksud menyimpulkan penilaiannya pada pertengahan Juni, dan negara-negara anggota kemudian akan diberikan waktu satu bulan untuk memberikan pendapat mereka tentang rencana masing-masing.

Sementara itu, beberapa negara anggota, seperti Portugal mendorong agar seluruh proses peninjauan selesai pada akhir Juni.

“Ini adalah momen yang benar-benar bersejarah bagi Eropa, awal dari pinjaman bersama berskala besar, meskipun itu adalah program sementara. Pinjaman - dan pembayaran - tidak akan menjadi masalah. Hambatan potensial kemungkinan besar akan muncul dalam tahap implementasi reformasi dan investasi. Tetapi itu normal untuk segala hal yang besar dan ambisius,” ujar Erik Nielsen, kepala ekonom di UniCredit, kepada CNBC via surat elektronik.

Menurut data dari Komisi Eropa, ekonomi Uni Eropa mengalami kontraksi 6,1% pada 2020 dan diperkirakan pulih sebesar 4,2% pada 2021. Sedangkan imbal hasil periferal di zona euro lebih rendah pada Selasa (1/6) pagi.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN