Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita ikut aksi memprotes rencana penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 di depan gedung markas Komite Olimpiade Jepang, di Tokyo, pada 18 Mei 2021. ( Foto: KAZUHIRO NOGI / AFP )

Seorang wanita ikut aksi memprotes rencana penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 di depan gedung markas Komite Olimpiade Jepang, di Tokyo, pada 18 Mei 2021. ( Foto: KAZUHIRO NOGI / AFP )

UE Mendukung Olimpiade yang Aman dan Terjamin

Jumat, 28 Mei 2021 | 07:05 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BRUSSELS, investor.id – Pemerintah negara-negara Uni Eropa (UE) dan Jepang pada Kamis (27/5) mengatakan pihaknya mendukung penyelenggaraan Olimpiade yang aman dan terjamin, meskipun ada seruan agar acara dibatalkan karena pandemi Covid-19.

“Kami mendukung penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 dengan cara yang aman dan terjamin musim panas ini, sebagai simbol persatuan global dalam mengalahkan Covid-19," kata kedua pihak dalam sebuah pernyataan, Kamis (27/5).

Hal itu disampaikan menyusul konferensi tingkat tinggi (KTT) virtual antara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, dan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga.

Beberapa wilayah Jepang saat ini berada dalam status keadaan darurat karena lonjakan infeksi, termasuk Tokyo, diperkirakan akan diperpanjang minggu ini hingga 20 Juni. Sementara itu, sebagian besar publik Jepang menentang penyelenggaraan Olimpiade musim panas ini.

Kelompok medis telah mengingatkan, acara besar-besaran itu bisa memperkenalkan varian baru ke Jepang. Pihaknya menyatakan sumber daya medis negara dalam keadaan tertekan karena memerangi gelombang virus keempat.

Penyelenggara telah melarang penonton dari luar negeri untuk menghadiri Olimpiade Tokyo, menjadi keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Olimpiade. Kebijakan terkait penonton domestik diharapkan rilis pada akhir Juni.

Von der Leyen berkeras, para pemimpin mengatakan pihaknya menantikan Olimpiade selama pembicaraan video mereka. Ia menunjuk pada otorisasi Uni Eropa untuk lebih dari 100 juta dosis vaksin yang akan diekspor ke Jepang.

"Sebuah pertanda kuat bahwa kami mendukung segala persiapan untuk Olimpiade dan keamanan Olimpiade," ujarnya.

Adapun Jepang adalah pengimpor vaksin terbesar dari UE. Tetapi pihak berwenang di negara itu menghadapi kritik karena lambannya tingkat inokulasi, membuatnya tertinggal dari negara maju lainnya.

Di sisi lain, asosiasi dokter Jepang mendesak pembatalan langsung, memperingatkan potensi bencana. Asosiasi Medis Tokyo, dengan lebih dari 20.000 anggota, belum meminta pembatalan langsung.

Tetapi ketuanya Haruo Ozaki mengatakan pada Kamis bahwa mengadakan Olimpiade tanpa penonton adalah upaya minimal, mengingat situasi saat ini. "Ini Olimpiade di dalam masa darurat," katanya dalam konferensi pers.

Ozaki mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap virus tersebut, memperingatkan inilah kesempatan terakhir untuk mengatasi infeksi sebelum Olimpiade.

Pembatasan virus di Tokyo saat ini memungkinkan lokasi Olimpiade hanya memuat hingga 5.000 penggemar atau 50% kapasitas, dengan pilihan opsi yang lebih kecil.

Penyelenggara Olimpiade mengatakan, buku peraturan ekstensif dengan tindakan pencegahan virus akan menjaga peserta dan publik Jepang tetap aman.

Langkah-langkah tersebut termasuk tes harian untuk atlet dan larangan menggunakan transportasi umum.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN