Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers mengenai HERA Incubator untuk mengantisipasi ancaman varian virus corona di Kantor Pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia pada 17 Februari 2021. ( Foto: Aris Oikonomou / AFP / POOL )

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen saat mengadakan konferensi pers mengenai HERA Incubator untuk mengantisipasi ancaman varian virus corona di Kantor Pusat Komisi Eropa di Brussels, Belgia pada 17 Februari 2021. ( Foto: Aris Oikonomou / AFP / POOL )

UE Minta Keterlambatan Vaksin AstraZeneca Dapat Diselesaikan

Kamis, 25 Februari 2021 | 06:37 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan masalah baru yang membuat vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca terlambat dipasok, adalah hal yang dapat diselesaikan.

Sebelumnya AstraZeneca mengakui hanya dapat mengirimkan setengah dari total jumlah yang diharapkan ke Uni Eropa (UE) pada kuartal II.

“Produsen vaksin itu adalah mitra kami dalam pandemi ini, dan mereka juga tidak pernah menghadapi tantangan seperti itu. Pertanyaan baru selalu muncul, yang secara umum dapat kita selesaikan secara damai,” ujarnya kepada surat kabar harian regional Jerman, Augsburger Allgemeine, jelang pertemuan puncak virtual Uni Eropa (UE) mengenai respons pandemi Covid-19.

Von der Leyen menambahkan, UE mendorong kerja sama dengan AstraZeneca untuk memastikan produksi global ditingkatkan. Sebelumnya pada Selasa (23/2), AstraZeneca mengatakan rantai pasokannya ke UE hanya dapat mengirim sekitar setengah dari total pasokan vaksin Covid-19 yang diharapkan ke blok itu pada kuartal II. Sedangkan kekurangannya akan ditutupi dari tempat lain.

Juru bicara produsen farmasi asal Inggris-Swedia itu menyampaikan kepada AFP bahwa AstraZeneca telah bekerja untuk meningkatkan produktivitas dalam rantai pasokan UE, dan akan menggunakan kemampuan globalnya untuk mencapai pengiriman 180 juta dosis vaksin ke UE pada Kuartal II.

“Rerata setengah dari volume yang diprediksi berasal dari rantai pasokan UE, sedangkan sisanya akan datang dari jaringan pasokan internasionalnya,” tambahnya.

Pengumuman tersebut dirilis menyusul kontroversi pengiriman vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca-Oxford University ke Uni Eropa pada kuartal I, yang telah menyebabkan ketegangan antara kedua pihak.

Ketegangan Diplomatik

Sebelum UE mengeluarkan persetujuan untuk vaksin Covid pada akhir Januari 2021, AstraZeneca telah memicu kemarahan para pemimpin Eropa dengan mengumumkan tidak akan mencapai target untuk memasok 400 juta dosis vaksin ke UE, karena ada masalah di pabrik yang di Eropa.

Masalah ini juga menyebabkan ketegangan diplomatik dengan Inggris, yang secara definitif meninggalkan UE, usai melalui masa transmisi pada akhir 2020. UE secara implisit menuduh AstraZeneca memberikan perlakuan istimewa kepada Inggris dan mengorbankan UE.

Pasalnya, Pemerintah Inggris telah memvaksinasi jutaan warga Inggris dengan vaksin buatan AstraZeneca sejak akhir tahun lalu. Tetapi pengiriman ke UE baru dilakukan pada awal Februari, setelah badan pengawas obat UE mengeluarkan izin penggunaan daruratnya.

Di sisi lain, vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca telah mengalami sejumlah kemunduran lain. Salah satunya dikecualikan sementara dari kampanye vaksinasi di Afrika Selatan karena dikhawatirkan kurang efektif terhadap varian baru virus corona yang menyebar di sana. Hal lainnya adalah rekomendasi Komisi Vaksin Jerman untuk menggunakan vaksin tersebut pada kelompok usia 18 hingga 64 tahun.

Tetapi baru-baru ini, para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin AstraZeneca untuk digunakan pada kelompok usia di atas 65 tahun.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN