Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera nasional Rusia (kiri) dan Uni Eropa berkibar berdampingan. ( Foto: RIA Novosti  / VLADIMIR SERGEEV )

Bendera nasional Rusia (kiri) dan Uni Eropa berkibar berdampingan. ( Foto: RIA Novosti / VLADIMIR SERGEEV )

UE Perpanjang Lagi Sanksi untuk Rusia

Kamis, 1 Juli 2021 | 07:08 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BRUSSELS, investor.id – Uni Eropa (UE) pada Rabu (30/6) sepakat memperpanjang lagi sanksi-sanksi untuk Rusia, yang dijatuhkan pada 2014 menyusul aneksasinya terhadap Krimea dan memicu konflik di Ukraina. Demikian dikutip AFP.

Sanksi-sanksi itu diperpanjang selama enam bulan menjadi sampai Januari 2022. Dan diperkirakan disetujui oleh para menteri luar negeri UE pada 12 Juli 2021. UE berpandangan bahwa hubungan dengan Rusia belum beranjak dari titik terendah.

Sanksi-sanksi tersebut menargetkan sektor perbankan, energi, dan pertahanan Rusia. Sanksi-sanksi ini dijatuhkan menyusul ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH17.

Sanksi-sanksi tetap diberlakukan sementara rencana perdamaian untuk wilayah timur Ukraina tidak mengalami banyak kemajuan. Sejak disepakati oleh Rusia, Ukraina, Jerman, dan Prancis pada 2015.

Pertempuran antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis yang didukung Rusia kembali terjadi. Dan Rusia menambah ketegangan dengan mengerahkan puluhan ribu pasukan ke perbatasan Ukraina.

UE sekarang berusaha mengubah strateginya untuk tetap bisa mengendalikan Rusia. Presiden Prancis Emmanuel Macron berpendapat, UE memiliki keterbatasan dalam kebijakan sanksinya.

Pekan lalu, UE menampik seruan Jerman dan Prancis untuk memulai lagi pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan ini sudah dibekukan sejak 2014. Menurut UE, hal tersebut akan menguntungkan Rusia sementara belum ada perubahan dari pihak Kremlin.

UE memerintahkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Josep Borrell dan Komisi Eropa untuk menyampaikan opsi-opsi untuk menambah langkah-langkah pembatasan. Termasuk sanksi-sanksi ekonomi lebih lanjut jika hubungan dengan Rusia terus memburuk.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN