Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Sinopharm Group Co., Sputnik V buatan Rusia, Pfizer Inc. dan BioNTech SE, serta Oxford-AstraZeneca (Covishield India). ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

Deretan botol vaksin Covid-19 buatan berbagai negara yang berada di pusat vaksinasi Beograd di Serbia, (kiri-kanan): Sinopharm Group Co., Sputnik V buatan Rusia, Pfizer Inc. dan BioNTech SE, serta Oxford-AstraZeneca (Covishield India). ( Foto: OLIVER BUNIC / AFP )

UE: Pertengahan Juli, 70% Orang Dewasa Sudah Divaksin

Rabu, 21 April 2021 | 07:22 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id – Uni Eropa (UE) menyatakan jumlah dosis vaksin Covid-19 yang ada cukup untuk memvaksinasi 70% populasi orang dewasa pada pertengahan Juli 2021. Seorang pejabat senior mengatakan Selasa (20/4), hal ini dimungkinkan karena produksi vaksin saat ini meningkat.

"Lima puluh tiga pabrik memproduksi vaksin di UE. Benua kami sekarang menjadi produsen terbesar di dunia setelah Amerika Serikat (AS)," kata Komisioner Pasar Internal UE Thierry Breton kepada harian Prancis Le Figaro, Selasa (20/4).

Breton mengatakan, pihaknya sekarang yakin berapa banyak dosis yang saat ini diproduksi. Ia juga mengaku tahu berapa juta dosis yang akan dikirimkan setiap minggunya.

"Ini memungkinkan saya untuk meyakinkan Anda bahwa pada pertengahan Juli kita sudah memiliki jumlah dosis yang diperlukan untuk memvaksinasi 70% populasi orang dewasa Uni Eropa," ungkapnya.

Ia mengutip ambang batas yang menurut banyak pakar kesehatan diperlukan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Pemerintah negara-negara Uni Eropa (UE) telah menghadapi kritik keras atas upaya pengadaan vaksin bersama blok itu. Prosesnya lambat di awal-awal karena masalah pasokan dan produksi, pada saat program sama melesat cepat di Inggris dan AS.

Di AS, sudah separuh orang dewasa mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin. Dan mulai Senin (19/4) siapa pun yang berusia 16 ke atas dapat mendaftar untuk divaksin.

Sementara di UE, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (CDPC), baru sekitar 20% orang dewasa yang telah menerima setidaknya satu suntikan. Breton berkukuh bahwa Eropa akan menyusul dalam beberapa bulan mendatang.

“(Dengan kapasitas produksi) yang akan mencapai 200 juta dosis sebulan pada musim panas ini," tukasnya.

Namun ia mengutarakan kritik atas gagasan menggunakan vaksin Sputnik V Rusia dalam waktu dekat. Sebelumnya, pemerintah Jerman membuka diskusi dengan Rusia bulan ini tanpa menunggu koordinasi dengan UE.

European Medicines Agency (EMA) sedang mengevaluasi keamanan dan efisiensi vaksin Sputnik V. Tetapi menurut Breton, vaksin tersebut masih kekurangan beberapa data penting.

“(Bahkan jika disetujui) kita harus mencari kapasitas produksi, karena Rusia tidak memiliki lokasi produksi yang besar dan sedang mencari mitra industri di Eropa yang sudah sepenuhnya dimobilisasi. Untuk semua alasan ini, saya pikir jumlah Sputnik yang signifikan tidak akan tersedia untuk Eropa sebelum akhir 2021,” jelasnya.

Sangat Serius

Sejumlah pemerintah di UE sedang berjuang melawan gelombang ketiga kasus virus corona sejak pandemi ini terjadi tahun lalu. Negara-negara UE sangat berharap ada peningkatan pasokan vaksin sebelum melonggarkan karantina dan pembatasan lainnya.

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengingatkan, meskipun ada sedikit penurunan dalam jumlah kasus baru sejak sekolah ditutup dan perjalanan dilarang awal bulan ini, epidemi masih pada tingkat yang sangat serius.

Sementara itu Presiden Prancis Emmanuel Macron menyasar ke pelonggaran pembatasan Covid-19 pada pertengahan Mei. Di antaranya dengan mengizinkan restoran yang telah ditutup sejak akhir Oktober untuk kembali membuka tempat duduk di luar ruangan.

Tetapi Veran menolak untuk mengkonfirmasi apakah sasaran pertengahan Mei itu akan tercapai. Kepada surat kabar regional Telegramme ia mengatakan, penurunan kasus belum cukup cepat atau menentukan. “Kami harus melanjutkan upaya kami," tegasnnya.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN