Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petani sedang menebarkan pupuk ke tanaman (website Kementan)

Petani sedang menebarkan pupuk ke tanaman (website Kementan)

UE Pertimbangkan Cabut Tarif Pupuk

Sabtu, 17 September 2022 | 14:24 WIB
Iwan Subarkah (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

PRAHA, investor.id – Kelangkaan pupuk di Eropa akibat perang di Ukraina dan krisis pasokan gas dari Rusia membuat Uni Eropa (UE) mempertimbangkan untuk mencabut tarif impor atas amoniak dan urea.

Para menteri pertanian UE, dalam pertemuan di Praha, Republik Ceko, Jumat (16/9) ingin membantu para produsen, yang membutuhkan bahan-bahan tersebut untuk membuat pupuk nitrogen, dan menurunkan harga.

Harga pupuk yang menggunakan nitrogen, fosfor, atau potasium naik tiga kali lipat dalam satu setengah tahun terakhir. Berkurangnya pasokan dari Rusia membuat para petani menderita. Rusia pernah menjadi pemasok terbesar dunia untuk pupuk.

Baca Juga: PT SGH Akan Bangun Pabrik Pupuk Batubara di Nigeria

Situasinya memburuk karena para produsen pupuk Eropa menghentikan produksi pupuk berbahan amoniak. Karena produksinya menggunakan gas alam dan sekarang harganya sangat mahal selain pasokannya tipis. Yang mana penyebabnya juga karena perang di Ukraina.

Negara-negara UE secara formal akan memutuskan usul pencabutan tarif impor itu dalam pertemuan di Brussels, Belgia pada 26 September 2022.

“Komisioner juga mempertimbangkan diversifikasi pemasok, terutama ke Kanada karena memiliki sektor pupuk amoniak yang sangat besar,” kata Komisioner Pertanian UE Janusz Wojciechowsk, yang dilansir AFP.

Baca Juga: Indef Dorong Pemerintah Perbesar Ruang Anggaran Pupuk Organik

Prancis dan Spanyol juga meminta strategi jangka panjang untuk peningkatan produksi pupuk di Eropa. Hal ini secara strategis diperlukan untuk meningkatkan produksi pertanian UE.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (14/9) mengatakan akan memprioritaskan pengiriman biji-bijian Ukraina ke negara-negara yang paling membutuhkan. Ia mengatakannya dalam pembicaraan telepon dengan Sekjen PBB Antonio Guterres.

“Fokus pembicaraan adalah implementasi perjanjian Istanbul mengenai ekspor biji-bijian Ukraina dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam, dan ekspor pupuk serta pangan Rusia,” bunyi pernyataan Kremlin.

Baca Juga: Ukraina Akan Kirim Kapal Ekspor Biji-Bijian Pertama Sejak Perang

Prioritas pengiriman adalah ke negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Kremlin berkali-kali mengkritik lemahnya implementasi perjanjian yang tercapai pada Juli 2022 itu.

Rusia menyatakan ekspor produknya juga terdampak. Putin pekan lalu mengklaim sebagian besar pengiriman malah tiba di Eropa, bukan ke negara-negara miskin yang sangat membutuhkan biji-bijian itu.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com