Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera Uni Eropa terlihat berkibar di luar markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, pada 25 Desember 2020. ( Foto: Fran

Bendera Uni Eropa terlihat berkibar di luar markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, pada 25 Desember 2020. ( Foto: Fran

UE Pertimbangkan Wisatawan yang Sudah Divaksin Boleh ke Eropa

Selasa, 4 Mei 2021 | 07:00 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BRUSSELS, investor.id – Komisi Eropa pada Senin (3/5) mengusulkan agar wisatawan yang sudah divaksinasi penuh dengan vaksin-vaksin Covid-19, mendapatkan persetujuan Uni Eropa (UE) dapat melancong ke Eropa.

Komisi Eropa mendesak 27 negara anggota UE, yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan sendiri tentang kebijakan kesehatan, untuk mencabut pembatasan perjalanan yang tidak penting.

"Bagi orang-orang yang telah divaksinasi, bisa bepergian ke UE," jelas pernyataan badan eksekutif UE tersebut pada Senin (3/5), yang dikutip AFP.

Komisi Eropa juga ingin membuka UE terhadap negara-negara yang telah menunjukkan kinerja baik dalam menanggulangi penyebaran Covid-19. Dengan kriteria utama rata-rata berapa banyak infeksi per 100.000 orang dalam periode dua minggu.

Dalam usulan tersebut, ambang infeksi dinaikkan dari batas sangat parah, yaitu 25 kasus per 100.000 orang yang diputuskan hampir setahun yang lalu menjadi 100 kasus per 100.000. Hal ini disampaikan oleh para pejabat UE yang terlibat dengan penyusunan proposal tersebut.

"Jadi kami tidak lagi memiliki pilihan di antara, katakanlah, 10 hingga 15 negara di seluruh dunia. Tetapi negara anggota akan dapat memilih sejumlah negara, negara internasional dalam daftar yang mencapai 100 negara, jika situasi terus berkembang ke arah yang positif," kata seorang pejabat UE.

Bukti bahwa seseorang telah divaksinasi lengkap adalah setidaknya dua minggu sebelum tiba di UE, yang diasumsikan sudah memulai kekebalan penuh. UE tidak akan mengecualikan negara-negara anggota yang juga memerlukan tes Covid-19 baik sebelum atau sesudah kedatangan, atau karantina jika pihak berwenang menganggapnya diperlukan.

Usulan itu juga mengatakan opsi rem darurat, yang harus disimpan sebagai cadangan. Hal ini akan memungkinkan negara anggota dengan cepat menutup perjalanan dari negara-negara tempat varian virus yang dikhawatirkan atau varian virus yang meningkatkan jumlah kasus, terdeteksi.

Vaksin yang Disetujui UE

UE saat ini menerima empat vaksin yang diotorisasi oleh Badan Obat Eropa (EMA), antara lain BioNTech/ Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson & Johnson.

Lainnya mungkin ditambahkan nanti. EMA mulai melihat vaksin Sputnik V Rusia. Namun, sejauh ini tidak ada penilaian yang dilakukan terhadap vaksin Tiongkok, yang digunakan di beberapa negara.

Pernyataan itu mengatakan vaksin lain nantinya dapat ditambahkan ke daftar untuk perjalanan UE yang disetujui, jika mereka ditampilkan pada daftar vaksin penggunaan darurat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

UE saat ini merekomendasikan larangan umum bagi para wisatatwan yang memasuki blok tersebut, kecuali bagi mereka yang melakukan bisnis penting. Sebagian besar negara anggota menghormati aturan ini.

Hanya enam negara, yakni Australia, Selandia Baru, Rwanda, Singapura, Korea Selatan, dan Thailand yang termasuk dalam daftar UE.

Adapun Komisi Eropa mengizinkan negara anggotanya untuk secara bertahap mencabut pembatasan perjalanan bagi wisatawan yang datang dari enam neaga tersebut. Angka-angka yang dilaporkan menunjukkan infeksi Covid-19 terkendali di negara-negara tersebut.

Tiongkok juga ada dalam daftar itu. Tetapi pembatasan perjalanan akan dilonggarkan hanya jika negara itu membalas dan mengizinkan kedatangan dari UE, yang tidak terjadi saat ini.

Komisi Eropa ingin melihat Eropa segera membuka perbatasannya bagi wisatawan yang memenuhi kriteria, untuk menyelamatkan pariwisata yang penting pada musim panas di benua itu.

Komponen kunci dari itu adalah sertifikat hijau digital yang direncanakan untuk membuktikan bahwa pemiliknya telah divaksinasi, memiliki hasil tes Covid-19 negatif baru-baru ini, atau memiliki kekebalan setelah sembuh dari infeksi Covid-19.

Pihaknya berencana meluncurkan sertifikat itu bulan depan untuk perjalanan di dalam UE. Tujuan akhirnya adalah mengandalkan dokumen semacam itu untuk wisatawan dari negara-negara di luar blok.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN