Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Dewan Eropa Charles Michel.  ( Foto: Johanna Geron / POOL / AFP )

Presiden Dewan Eropa Charles Michel. ( Foto: Johanna Geron / POOL / AFP )

UE Tetap Dukung Kesepakatan dengan Tiongkok

Rabu, 9 Juni 2021 | 06:34 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

BRUSSELS, investor.id - Satu dari dua pemimpin utama Dewan Eropa tetap membela upaya Uni Eropa (UE) untuk mencapai kesepakatan investasi dengan Tiongkok. Hal ini dikatakan menjelang pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel akan bertemu dengan Biden pada konferensi tingkat tinggi (KTT) kelompok G-7 pada akhir pekan ini di Cornwall, Inggris, sebelum menjamunya di Brussels pekan depan untuk pembicaraan UE dengan AS.

Berbicara kepada wartawan menjelang rangkaian KTT, Michel menekankan upaya Biden untuk memperbaiki hubungan kembali ke kemitraan yang kuat, setelah ketegangan di bawah pemerintahan Trump.

Ia berkeras bahwa Eropa tidak akan menyembunyikan nilai-nilai fundamental, kebebasan fundamental dan hak kemanusiaan dalam berurusan dengan pemerintah Tiongkok yang semakin tegas. Namun ia membela upaya Dewan Eropa yang bermasalah untuk menegosiasikan

"Perjanjian Komprehensif tentang Investasi (CAI) dengan pemerintah Tiongkok. Sebelumnya, pembicaraan tertunda oleh perselisihan baru-baru ini tentang sanksi hak asasi manusia (HAM). Kami ingin menyeimbangkan kembali hubungan ekonomi kami dengan Tiongkok," katanya, dalam wawancara Senin (7/6) malam, yang dikutip AFP.

Jajaran eksekutif UE maupun Tiongkok memberikan persetujuan politik untuk pakta investasi besar akhir tahun lalu, setelah tujuh tahun negosiasi yang melelahkan, berkat dorongan terakhir dari ekonomi ekspor terkemuka Jerman.

Tetapi Komisi Eropa telah menangguhkan upaya untuk mengamankan ratifikasi kesepakatan, setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan sanksi dan larangan visa bagi anggota parlemen maupun akademisi Eropa.

Keberadaan CAI juga menunjukkan keterkejutan di AS, di mana tim Biden berharap untuk menggalang tradisi sekutu Amerika untuk membantu menahan kebangkitan Tiongkok.

Pekan lalu, jauh dari mencari hubungan yang lebih dekat dengan ekonomi Tiongkok, Biden memperluas daftar hitam perusahaan Tiongkok yang terlarang bagi investor AS.

Michel menegaskan Eropa tidak naif dalam berurusan dengan pemerintah Tiongkok dan ingin bekerja sama dengan AS dalam aliansi demokrasi liberal.

"Singkatnya, apa posisi Amerika Serikat? Ini sangat mirip dengan yang Eropa. Menjelaskan Tiongkok adalah pesaing, tetapi juga penting untuk bekerja sama dengan Tiongkok jika diperlukan," ujar dia.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN