Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dua kepala negosiator Brexit: (kiri) David Frost dari Inggris, dan Michel  Barnier dari Uni Eropa tiba untuk sarapan pagi setelah perundingan putaran ketujuh, di Brussel pada 21 Agustus 2020. (Foto: YVES HERMAN / POOL / AFP )

Dua kepala negosiator Brexit: (kiri) David Frost dari Inggris, dan Michel Barnier dari Uni Eropa tiba untuk sarapan pagi setelah perundingan putaran ketujuh, di Brussel pada 21 Agustus 2020. (Foto: YVES HERMAN / POOL / AFP )

Perundingan Dagang Pasca-Brexit

UE-Inggris Upayakan Terobosan Pekan Ini

Selasa, 29 September 2020 | 07:34 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BRUSSELS, investor.id – Tim juru runding untuk Uni Eropa (UE) dan Inggris berharap dapat mencapai terobosan dalam pembicaraan perdagangan pekan ini, sebelum datangnya tenggat waktu 15 Oktober 2020. Perselisihan atas rancangan undang-undang (RUU) baru di Inggris berpotensi menghancurkan kesepakatan perdagangan pasca-Brexit.

Menurut laporan, puluhan pejabat mulai berkumpul di Brussels, Belgia pada Senin (28/9) dalam upaya menghasilkan kompromi tentang posisi negosiasi. Isu-isu yang dibahas dalam negosiasi itu sendiri belum bergeser dari permasalahan utama, sejak perundingan dimulai enam bulan lalu.

Baik Inggris dan UE mengatakan kesepakatan tentang perjanjian perdagangan bebas harus dicapai pada pertengahan Oktober untuk memberikan waktu diratifikasi, sebelum mulai berlaku pada 1 Januari tahun depan.

Kegagalan mencapai kesepakatan akan membuat aktivitas perdagangaan dilakukan berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), di mana tarif dan kuota yang ditetapkan lebih tinggi. Kekacauan ekonomi juga hampir pasti terjadi di Inggris dan Eropa.

Pekan lalu, Kepala juru runding untuk UE Michel Barnier, dan David Frost untuk Inggris telah bertemu guna mempersiapkan rangkaian pembicaraan. Pertemuan ini dianggan Inggris sebagai momen pembicaraan yang konstruktif.

Di sisi lain, para diplomat Eropa tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya terobosan. Pasalnya mereka melihat babak pertemuan ini sebagau landasan yang diperlukan untuk dorongan terakhir pada Oktober.

“Pekan depan, jalan menuju kesepakatan harus diidentifikasi. Jika kita tidak memiliki pergerakan, prosesnya akan menjadi masalah besar,” ujar sumber dari UE, seperti dikutip dari AFP.

Namun yang menjadi pertanyaannya sebenarnya, adalah apakah mereka (UE-Inggris) dapat mencapai kesepakatan yang sama. Demikian disampaikan Kallum Pickering, kepala ekonom Inggris di Berenberg, kepada CNBC.

“Saya tidak berpikir kesepakatan akan hilang pada isu perikanan. Yang Anda butuhkan adalah intervensi politik, semacam kompromi untuk mendorong semuanya,” kata Pickering.

Periode Sulit

Para pejabat senior Uni Eropa dan Inggris juga dilaporkan bakal bertemu di Brussels pada Senin, untuk mencoba menemukan pemahaman tentang masalah RUU penarikan yang sangat kontroversial.

Wakil Presiden Komisi Uni Eropa Maros Sefcovic akan bertemu dengan mitranya dari Inggris Menteri Kantor Kabinett Michel Gove, sebagai ketua bersama dari komite koordinasi Uni Eropa-Inggris yang mengawasi pelaksanaan perjanjian penarikan.

Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney – yang mana negaranya bakal sangat dirugikan jika pembicaraan berakhir dengan kegagalan – menyampaikan bahwa UE tidak akan membatalkan perjanjian perdagangan jika Inggris terus mengancam melanggar kesepakatan perpisahan.

Negara-negara anggota UE pun disebut-sebut sangat marah dengan keputusan Perdana Menteri Boris Johnson karena mendorong RUU Pasar Internal (Internal Markets Bill) di parlemen. Padahal telah diakui oleh pemerintahannya, bahwa tindakan itu akan melangar hukum internasional karena merusak perjanjian penarikan.

UE sendiri berniat mengambil langkah hukum atas tindakan tersebut. Tetapi kemudian memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan ketika RUU tersebut melewati majelis rendah House of Commons dan majelis tinggi House of Lords.

“Ketika Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami masa sulit dan sedikit kehilangan, Anda tidak dapat memutuskan dia dari sisa hidup Anda,” tutur sumber di Uni Eropa.

Sebagai informasi, kedua belah pihak masih terbelah mengenai aturan-aturan persaingan yang adil antara perusahaan, tentang bantuan atau subsidi negara untuk perusahaan UE dan Inggris, dan tentang akses kapal UE ke perairan penangkapan ikan Inggris.

Para diplomat mengharapkan kemajuan yang signifikan pada waktunya, mengingat pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa yang berlangsung pada akhir bulan ini. Di sisi lain, tetap ada ekspektasi bahwa perselisihan tersebut dapat berlanjut hingga November. 


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN