Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo aplikasi pesan Signal,  WhatsApp, dan Telegram ( Foto: phonemantra.com )

Logo aplikasi pesan Signal, WhatsApp, dan Telegram ( Foto: phonemantra.com )

Unduhan Signal dan Telegram Melonjak Karena Kebijakan Baru WA

Rabu, 13 Januari 2021 | 07:39 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

SAN FRANCISCO, investor.id – Jumlah unduhan aplikasi pesan Signal dan Telegram melonjak karena para pengguna mencari alternatif setelah WhatsApp (WA), aplikasi pesan milik Facebook, mengubah kebijakan privasi yang mencemaskan para pengguna.

Menurut data Sensor Tower, yang dilansir CNBC, Selasa (12/1), Signal mencatat 7,5 juta instalasi di seluruh dunia via Apple App Store dan Google Play Store antara 6 Januari dan 10 Januari 2021. Angka tersebut 43 kali lipat lebih banyak dibandingkan pekan sebelumnya dan merupakan pekan atau bahkan bulan instalasi tertinggi sepanjang sejarah Signal.

Adapun Apptopia mencatat bahwa Telegram diunduh sebanyak 5,6 juta kali antara Rabu dan Minggu pekan lalu.

Signal mengklaim enkripsi canggih dari ujung ke ujung adalah bagian dari layanannya. Pesan yang dikirimkan tidak akan dapat dibaca oleh yang bukan penerimanya.

Lonjakan unduhan dan instalasi yang dialami Signal dan Telegram itu terjadi setelah WA merilis pembaruan atas kebijakan privasinya pada 4 Januari 2021. Sebenarnya sejak 2016 WA telah berbagi data tertentu dengan induknya Facebook. Tapi pengguna bisa memilih untuk tidak mengizinkan hal itu.

Tapi mulai 8 Februari 2021, para pengguna akan diminta untuk menerima ketentuan baru itu, kalau mau terus bisa memakai WA. Akibatnya nanti, para pengguna di Eropa dan Inggris akan menerima pesan berbeda karena aturan perlindungan datanya berbeda di antara dua wilayah yurisdiksi tersebut.

Tapi pesan-pesan WA selama ini terenkripsi, sehingga Facebook tidak akan bisa melihat isinya. Tapi WA menghimpun banyak data lainnya yang dapat dibagi dengan induk usahanya tersebut.

Data itu mencakup informasi pengguna saat mendaftar. Seperti nomor telepon, data transaksi, informasi terkait layanan, informasi bagaimana interaksi antarpengguna dan informasi perangkat.

Dalam pernyataannya Senin (11/1) waktu setempat, WA menyatakan pembaruan itu tidak berpengaruh terhadap privasi pesan yang dikirimkan oleh pengguna. WA juga mengklarifikasi bahwa pembaruan itu akan mencakup perubahan-perubahan terkait pesan bisnis via WA. Ini pun sifatnya opsional.

WA menyatakan bahwa data yang dibagi dengan Facebook digunakan untuk meningkatkan infrastruktur, memperkuat keamanan dan keselamatan, dan meningkatkan layanan. Hal ini dapat mencakup integrasi produk-produk bermerek Facebook dan WA.

Setelah pengumuman tersebut, CEO Tesla Elon Musk pekan lalu mendesak para pengikutnya di Twitter untuk menggunakan Signal.

Penyedia layanan ini pekan lalu melaporkan bahwa lonjakan unduhan membuat kode verifikasi yang dikirimkan kepada para pengguna via SMS untuk dapat mulai menggunakan Signal menjadi terlambat. Signal menyatakan sudah menambah jumlah server untuk menangani lonjakan jumlah pengguna baru tersebut.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN