Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisioner Industri Uni Eropa (UE) Thierry Breton. ( Foto: Eric Feferberg / AFP / Getty Images )

Komisioner Industri Uni Eropa (UE) Thierry Breton. ( Foto: Eric Feferberg / AFP / Getty Images )

Uni Eropa: Kelompok Prioritas Tervaksinasi di Akhir Musim Panas

Jumat, 5 Maret 2021 | 07:26 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

ROMA, investor.id – Uni Eropa (UE) menargetkan kelompok prioritas orang yang harus divaksinasi Covid-19 sudah mendapatkannya pada akhir musim panas nanti. Bahkan bisa lebih cepat.

“Saya yakin pada akhir musim panas, dan saya bahkan berharap bisa lebih cepat, semua orang yang harus divaksinasi akan sudah mendapatkannya,” ujar Komisioner Industri UE Thierry Breton di Roma, Italia, Kamis (4/3), yang dilansir AFP.

UE sebelumnya mendulang kritik karena program vaksinasi Covid-19 berjalan lamban. Yang terutama disebabkan oleh masalah produksi. Tapi negara seperti Israel, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) bisa lancar dan jauh lebih cepat dalam vaksinasi tersebut.

Berbicara di Roma dan didampingi Menteri Pembangunan Ekonomi Italia Giancarlo Giorgetti, Breton mengaku sangat terkesan dengan upaya perusahaan-perusahaan farmasi dalam mempercepat produksi vaksinnya.

“Isunya bukan lagi soal tidak cukup vaksin, tapi di Eropa sekarang sudah tersedia banyak vaksin,” ujar pejabat asal Prancis dan mantan pengusaha tersebut.

Dalam wawancara dengan harian Italia Corriere della Sera, Rabu (3/3), Breton mengatakan negara-negara UE sudah menerima 43 juta dosis vaksin Covid-19. Tapi belum mencapai sekitar 30% yang sudah diberikan.

Menurut Breton, pada akhir tahun nanti UE akan sanggup memproduksi 2-3 miliar vaksin per tahun. Atau melampaui kapasitas produksi AS, Tiongkok, serta Rusia. Ia juga menyerukan negara-negara UE untuk bersatu, setelah Slowakia, Hungaria, Denmark, dan Austria memutuskan untuk membeli vaksin dari Israel, Tiongkok, atau Rusia.

“Tidak boleh ada satu pun negara yang memiliki strategi vaksinasi tersendiri. Kita semua bergantung satu sama lain,” ujar Breton.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis mengungkapkan bahwa sudah dua juta penduduk yang mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 dengan vaksin buatan dalam negeri. Sedangkan dua juta lainnya sudah menerima dosis pertama vaksin tersebut.

Berarti baru sebagian kecil dari 146 juta jiwa penduduk Rusia yang sudah divaksinasi Covid-19, hampir tiga bulan sejak kampanyenya digulirkan. Baru sekitar 1,3% penduduk Rusia yang sudah divaksinasi Covid-19.

Putin juga mencatat bahwa sembilan dari 85 wilayah di negaranya belum mendapatkan satu dosis pun vaksin Covid-19. Hasil-hasil survei menunjukkan bahwa makin banyak rakyat Rusia yang ragu dengan vaksinasi ini.

Hanya 30% responden lembaga independan Levada Centre yang mengatakan bersedia divaksinasi. Turun dari 38% dalam survei pada Desember 2020.

Tapi Putin sekali lagi mengklaim bahwa Rusia sudah dapat mengembangkan vaksin terbaik di dunia dalam melawan Covid-19. Ia mengatakan vaksin buatan Rusia lebih baik dibandingkan vaksin Pfizer dan AstraZeneca.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN