Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bendera Korea Utara terlihat di kompleks kedutaan besar negara di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 Maret 2021. ( Foto: Sazali Ahmad / AFP )

Bendera Korea Utara terlihat di kompleks kedutaan besar negara di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 Maret 2021. ( Foto: Sazali Ahmad / AFP )

Unicef: Korut Menolak Vaksin Tiongkok

Jumat, 3 September 2021 | 06:42 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

SEOUL, investor.id – Otoritas Korea Utara (Korut) telah menolak sekitar tiga juta dosis vaksin Covid-19 dari Tiongkok. Korut menyarankan vaksin-vaksin tersebut harus diberikan kepada negara-negara yang lebih membutuhkan. Hal ini dilaporkan Badan Dana Anak-anak di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau Unicef pada Kamis (2/9).

Korut adalah negara pertama yang memberlakukan karantina ketat. Dengan menutup selurush perbatasannya pada Januari tahun lalu. Perintah tersebut diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus dari negara tetangganya Tiongkok, tempat virus pertama kali muncul dan menyebar ke seluruh dunia.

Pemerintah Korut menegaskan pihaknya belum melihat kasus virus apa pun, meskipun klaim tersebut diragukan oleh para analis. Tetapi pembatasan telah membuahkan hasil ekonomi yang sangat besar. Rezim otoritas Korut mengakui pada Juni 2021 bahwa mereka sedang menangani krisis pangan.

Terlepas dari itu, negara yang terisolasi tersebut memberi tahu Unicef bahwa vaksin buatan Tiongkok dapat diberikan kepada pihak lainnya, kata badan PBB itu. Ini menjadi bagian dari program distribusi vaksin di bawah Akses Global Vaksin (Covax) Covid-19 untuk negara-negara berpenghasilan rendah.

"(Kementerian Kesehatan Masyarakat Korea Utara) telah mengomunikasikan bahwa 2,97 juta dosis Sinovac ditawarkan kepada DPR Korea oleh Covax dapat dipindahkan ke negara-negara yang terkena dampak parah, mengingat pasokan vaksin Covid-19 global yang terbatas dan lonjakan berulang di beberapa negara", kata juru bicara Unicef kepada AFP, Kamis (2/9).

Mereka menambahkan, pemerintah Korut akan terus berkomunikasi dengan Covax untuk menerima vaksin Covid-19 dalam beberapa bulan mendatang.

Pada Juli 2021, sebuah lembaga pemikir Korea Selatan (Korsel) yang berafiliasi dengan agen mata-mata negara tersebut mengatakan pemerintah Korut juga menolak pengiriman vaksin AstraZeneca yang ditawarkan oleh skema Covax. Tampaknya penolakan vaksin disebabkan kekhawatiran tentang efek samping.

Institut Strategi Keamanan Nasional (INSS) menambahkan bahwa pada saat itu Korea Utara tidak dilengkapi dengan penyimpanan rantai dingin yang cukup untuk vaksin Pfizer dan Moderna. Sementara pemerintah Korut dinilai skeptis tentang efektivitas vaksin dari Tiongkok.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN