Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Eksekutif United Nations Childrens Fund (Unicef) Henrietta Fore. ( Foto: UNICEF / UN0154449 / Nesbitt )

Direktur Eksekutif United Nations Childrens Fund (Unicef) Henrietta Fore. ( Foto: UNICEF / UN0154449 / Nesbitt )

Unicef: Para Guru Harus Mendapat Prioritas Vaksin Covid-19

Rabu, 16 Desember 2020 | 07:52 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id – Direktur Eksekutif United Nations Children's Fund (Unicef) Henrietta Fore meminta agar para guru menjadi salah satu kelompok prioritas yang juga mendapatkan akses ke vaksin Covid-19. Menurut dia, pandemi virus corona Covid-19 telah mendatangkan malapetaka pada pendidikan anak-anak di seluruh dunia, dan vaksinasi guru adalah langkah penting untuk mengembalikannya ke jalur yang benar.

“Guru harus diprioritaskan untuk menerima vaksin Covid-19, setelah tenaga kesehatan garis depan dan populasi berisiko tinggi mendapat vaksinasi. Ini akan membantu melindungi para guru dari virus, memungkinkan mereka untuk mengajar secara langsung, dan pada akhirnya mempertahankan sekolah-sekolah tetap buka,” ujar Fore dalam pernyataan Selasa (15/12), yang dikutip AFP.

Menurut Unicef, pada puncak gelombang pertama pandemi di akhir April, penutupan sekolah-sekolah telah mengganggu kegiatan pembelajaran hampir 90% siswa di seluruh dunia.

“Dengan asumsi bahwa sekolah bukanlah pendorong utama penyebaran komunitas, sayangnya, kelas-kelas saat ini masih ditutup bagi hampir satu dari lima anak sekolah di seluruh dunia atau 320 juta anak,” demikian pernyataan Unicef.

“Kita harus mengerahkan segala daya kita untuk melindungi masa depan generasi berikutnya. Hal ini dimulai dengan melindungi mereka yang bertanggung jawab untuk membuka masa depan itu bagi mereka,” kata Fore.

Konsekuensi dari pendidikan yang diperpanjang, terlewatkan atau terganggu sangat besar, terutama bagi mereka yang paling terpinggirkan. “Semakin lama anak-anak tidak bersekolah, semakin kecil kemungkinan mereka untuk kembali, dan semakin sulit bagi orang tua mereka untuk melanjutkan pekerjaan,” tambahnya.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN