Menu
Sign in
@ Contact
Search
Warga melihat peralatan militer Rusia yang hancur dalam pertempuran dengan tentara Ukraina, ditampilkan sebagai bagian dari pameran di alun-alun pusat Lviv pada 11 Agustus 2022. (FOTO: YURIY DYACHYSHYN / AFP)

Warga melihat peralatan militer Rusia yang hancur dalam pertempuran dengan tentara Ukraina, ditampilkan sebagai bagian dari pameran di alun-alun pusat Lviv pada 11 Agustus 2022. (FOTO: YURIY DYACHYSHYN / AFP)

Update Perang di Ukraina: Serangan Dekat Situs Nuklir Picu Krisis hingga Tuduhan Rusia Sponsori Terorisme

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:38 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

KYIV, investor.id – Kepala pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa pertempuran di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia Ukraina telah memicu “krisis besar”. Sementara itu, parlemen Latvia menuduh Rusia sebagai negara sponsor terorisme.

Berikut adalah perkembangan terbaru dalam perang di Ukraina.

Waktu Mengerikan di Pembangkit Nuklir Ukraina

Peringatan dari PBB disampaikan saat pemerintah Rusia dan Ukraina kembali saling menuduh telah menembak di dekat lokasi PLTN.

“Ini adalah saat yang serius, saat yang berat dan IAEA (Badan Energi Atom Internasional) harus diizinkan untuk melakukan misinya ke Zaporizhzhia sesegera mungkin,” kata Rafael Grossi, Jumat (12/8).

Baik Rusia dan Ukraina mengatakan tingkat radiasi di pabrik itu normal.

Baca juga: Mundur dari Rusia, Coca-Cola HBC Terpukul Biaya Besar US$ 195 Juta

Badan nuklir Ukraina Energoatom mengatakan serangan terakhir terjadi di dekat salah satu dari enam reaktor pembangkit itu dan sensor radiasi rusak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak masyarakat internasional agar segera bereaksi untuk memaksa pasukan Rusia meninggalkan pabrik, mencela pemerasan nuklir Rusia dalam pidato hariannya kepada bangsa itu.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendukung seruan oleh PBB dan lainnya untuk membentuk zona demiliterisasi di sekitar pabrik.

Ketegangan telah membawa kembali kenangan akan bencana nuklir Chernobyl 1986 di Ukraina Soviet, yang menewaskan ratusan orang dan menyebarkan kontaminasi radioaktif ke sebagian besar Eropa.

Pengiriman Pertama Biji-Bijian Akhirnya Tiba

Kapal pertama yang meninggalkan Ukraina di bawah kesepakatan yang didukung PBB telah berlabuh di Turki, terlihat di situs lalu lintas laut. Ukraina akhirnya melaporkan sudah ada pembeli untuk jagungnya.

Razoni yang berbendera Sierra Leone meninggalkan pelabuhan Odessa, Ukraina pada 1 Agustus 2022 dengan membawa 26.000 ton jagung dan diperkirakan akan berlabuh di Pelabuhan Tripoli, Lebanon akhir pekan lalu.

Namun para pejabat Ukraina mengatakan penundaan pengiriman selama lima bulan yang disebabkan oleh serangan Rusia mendorong pembeli Lebanon membatalkan kesepakatan, begitu kapal sudah berada di laut.

Pembebasan Utang

Pemberi pinjaman setuju untuk jeda sampai 2024 untuk pembayaran utang Ukraina sebesar US$ 20 miliar, karena ekonominya telah sangat dipengaruhi oleh serangan Rusia, kata Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmygal.

Sekelompok negara Barat termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Jepang dan AS telah setuju mengizinkan Ukraina menunda pembayaran bunga atas utangnya bulan lalu, meminta negara lain untuk bergabung dalam upaya tersebut.

Bank Dunia memperkirakan ekonomi Ukraina bisa berkontraksi sebesar 45% tahun ini.

Baca 

Dalam dorongan ekonomi lebih lanjut untuk Ukraina, konferensi donor di Denmark yang mewakili 26 negara menjanjikan 1,5 miliar euro (lebih dari US$ 1,5 miliar) bantuan untuk pelatihan dan peralatan pasukan Ukraina.

Sponsor Negara untuk Terorisme

Parlemen Latvia mengadopsi pernyataan yang menyatakan Rusia sebagai negara sponsor terorisme dan mengatakan tindakannya di Ukraina merupakan genosida yang ditargetkan terhadap rakyat Ukraina.

Pernyataan itu mengatakan parlemen "mengakui Rusia sebagai negara sponsor terorisme, dan menyerukan negara-negara lain yang berpikiran sama untuk mengungkapkan pandangan yang sama".

Anggota parlemen mengatakan mereka menganggap kekerasan Rusia terhadap warga sipil dilakukan dalam mengejar tujuan politik sebagai terorisme. Pihaknya juga mengecam penggunaan munisi tandan untuk menabur ketakutan dan menewaskan warga sipil tanpa pandang bulu.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com