Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang wanita sedang berjalan melewati layar televisi yang menayangkan cuplikan berita tentang  peluncuran rudal Korea Utara (Korut), di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada 6 Agustus 2019. Pemerintah Korut pada 6 Agustus mengancam melakukan lebih banyak uji coba senjata, setelah menembakkan rangkaian proyektil keempatnya dalam waktu kurang dari dua minggu setelah dimulainya latihan bersama antara AS dan Korsel.  AFP / Jung Yeon Je

Seorang wanita sedang berjalan melewati layar televisi yang menayangkan cuplikan berita tentang peluncuran rudal Korea Utara (Korut), di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan (Korsel) pada 6 Agustus 2019. Pemerintah Korut pada 6 Agustus mengancam melakukan lebih banyak uji coba senjata, setelah menembakkan rangkaian proyektil keempatnya dalam waktu kurang dari dua minggu setelah dimulainya latihan bersama antara AS dan Korsel. AFP / Jung Yeon Je

Usai Tawarkan Dialog dengan AS, Korut Tembakkan Misil

Grace Eldora, Rabu, 11 September 2019 | 09:47 WIB

SEOUL, investor.id – Korea Utara pada Selasa (10/9) menembakkan misil ke laut. Amunisi tersebut diluncurkan beberapa jam setelah pemerintah Korea Utara mengatakan pihaknya bersedia mengadakan pembicaraan tingkat kerja bulan ini dengan Amerika Serikat (AS).

Negosiasi antara pemerintah Korea Utara dan AS telah macet sejak pertemuan puncak kedua, antara pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dan Presiden AS Donald Trump pada Februari 2019. Pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Pemerintah Korea Utara dua kali meluncurkan misil tidak dikenal pada Selasa pagi waktu setempat ke arah timur. Benda-benda tersebut melayang sekitar 330 kilometer (km) dari wilayah Kaechon di Provinsi Pyongan Selatan, menurut militer Korea Selatan.

"Kami mendesak Korea Utara untuk menghentikan tindakan semacam itu, yang meningkatkan ketegangan di kawasan itu," kata Kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan dalam sebuah pernyataan, Selasa (10/9).

Tidak ada rincian lebih lanjut yang segera tersedia, tetapi berita tersebut adalah yang terbaru dalam serangkaian provokasi. Peluncuran sebelumnya telah diidentifikasi sebagai rudal jarak pendek.

"Kami mengetahui laporan proyektil yang diluncurkan dari Korea Utara. Kami terus memantau situasi dan berkonsultasi dengan sekutu kami di wilayah ini," ujar pejabat senior AS.

Trump dan Kim telah sepakat untuk memulai kembali dialog tingkat kerja selama pertemuan dadakan di Zona Demiliterisasi (DMZ) pada Juni 2019, tetapi pembicaraan itu belum dimulai. Adapun DMZ membagi Korea Utara dan Korea Selatan yang bersenjata nuklir.

"Kami memiliki kemauan untuk duduk bersama pihak AS untuk diskusi komprehensif tentang masalah yang sejauh ini telah kami tangani, waktu dan tempat yang disepakati akhir September," tutur Choe Son-Hui.

Wakil menteri luar negeri Korea Utara tersebut menyampaikan pernyataannya lewat kantor berita Korut, KCNA.

Komentar Choe mengikuti peringatannya pada akhir Agustus, yang menyuarakan harapan pemerintah Korea Utara akan dialog dengan AS secara bertahap menghilang. Pernyataan tersebut setelah pemerintah melakukan serangkaian uji coba senjata untuk memprotes latihan militer AS dengan Korea Selatan.

Ditanya tentang tawaran untuk pembicaraan tingkat rendah pada September, Trump mengatakan kepada wartawan dirinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kim.

“Saya selalu mengatakan mengadakan pertemuan adalah hal yang baik. Kami akan lihat apa yang terjadi," ungkap Trump.

Periode yang disarankan oleh pemerintah Korea Utara akan sesuai dengan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Pada Senin, Choe kembali menekankan komentar Kim, menyatakan pemerintahannya akan menunggu sampai akhir tahun bagi AS untuk menghentikan metode perhitungan saat ini. (afp/eld)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN