Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Pfizer pada kantor pusat Pfizer Inc., di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: DON EMMERT / AFP  )

Logo Pfizer pada kantor pusat Pfizer Inc., di New York City, Amerika Serikat (AS). ( Foto: DON EMMERT / AFP )

Vaksin Pfizer Cegah Covid Parah Setidaknya 6 Bulan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 06:34 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

PARIS, investor.id - Vaksinasi dengan dua dosis Pfizer dinilai tetap sangat efektif melawan Covid-19 yang parah, termasuk varian Delta setidaknya selama enam bulan. Hasil tersebut disimpulkan berdasarkan analisis pasien di Amerika Serikat (AS), Selasa (5/10).

Data sebelumnya dari uji klinis telah menunjukkan vaksin melindungi terhadap rawat inap. Penelitian tersebut diterbitkan di Lancet, mengukur efektivitas satu vaksin dari waktu ke waktu dalam pengaturan dunia nyata.

Pfizer dan penyedia layanan kesehatan Kaiser Permanente melihat catatan dari 3,4 juta penduduk California selatan. Sekitar sepertiga di antaranya divaksinasi penuh antara Desember 2020 dan Agustus 2021.

Setelah periode rata-rata tiga hingga empat bulan, orang yang divaksinasi lengkap ditemukan 73% terlindungi dari infeksi dan 90% terlindungi dari rawat inap.

Tetapi sementara perlindungan terhadap infeksi dari Delta turun 40% selama lima bulan, perlindungan terhadap rawat inap yang melibatkan kasus dari semua varian tetap sangat tinggi selama penelitian.

Menurut catatan penelitian tersebut, hasilnya konsisten dengan data awal dari otoritas kesehatan AS dan Israel.

"(Berkurangnya pertahanan terhadap infeksi) kemungkinan terutama disebabkan oleh berkurangnya efektivitas vaksin, dibandingkan karena alasan varian delta yang lolos dari perlindungan vaksin. Temuan kami menggarisbawahi pentingnya pemantauan efektivitas vaksin dari waktu ke waktu. Dan menyarankan bahwa dosis penguat (booster) mungkin diperlukan untuk mengembalikan jumlah perlindungan awal yang tinggi, yang diamati sejak awal program vaksinasi,” kata simpulan para penulis, Selasa (5/10), yang dikutip AFP.

Pada Agustus 2021, Pemerintah AS mengesahkan dosis ekstra vaksin Covid-19 untuk orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Sementara di Prancis suntikan ekstra telah ditawarkan kepada orang tua.

Pihak berwenang Israel telah melangkah lebih jauh, dengan menawarkan dosis ketiga kepada anak-anak berusia 12 tahun ke atas lima bulan setelah menerima dosis kedua vaksin.

Namun, laporan September 2021 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan vaksin saat ini cukup efektif melawan Covid-19 yang parah. Dengan demikian, membuat vaksin ketiga tidak diperlukan untuk populasi umum.

WHO bulan lalu menyerukan moratorium terhadap suntikan booster hingga akhir tahun ini, untuk mengatasi dampak ketidaksetaraan yang drastis dalam distribusi dosis vaksin antara negara kaya dan miskin.

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN