Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CEO BioNTech Ugur Sahin. ( Foto: FABIAN BIMMER / REUTERS )

CEO BioNTech Ugur Sahin. ( Foto: FABIAN BIMMER / REUTERS )

Vaksin Pfizer Diyakini Mampu Hadapi Varian India

Kamis, 29 April 2021 | 06:49 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

BERLIN, investor.id – Pendiri BioNTech Ugur Sahin, yang mana perusahannya bersama produsen farmasi Amerika Serikat (AS) Pfizer memproduksi salah satu vaksin Covid-19, yakin bahwa vaksin buatannya dapat menghadapi varian India.

“Kami masih menguji varian India, tapi varian ini memiliki mutasi-mutasi yang sudah kami uji dan vaksin kami mampu menghadapinya, jadi saya yakin,” ujar Sahin, seperti dikutip AFP, Rabu (28/4).

Ia menambahkan, vaksin Pfizer dibuat dengan canggih dan saya yakin pertahanannya akan tetap kokoh. “Dan jika kami harus memperkuat lagi pertahanannya itu, kami akan melakukannya tapi tidak ada kekhawatiran soal itu,” lanjut Sahin.

India sekarang dihadapkan pada lonjakan luar biasa kasus baru dan kematian akibat Covid-19. Kekhawatiran yang berkembang bahwa varian yang dinamakan B.1.167 itu berkontribusi terhadap malapetaka tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Rabu menyatakan, hingga Selasa (27/4) varian yang pertama kali ditemukan di India itu telah terdeteksi di sedikitnya 17 negara.

WHO menyatakan varian yang mengandung karakteristik dan mutasi-mutasi sedikit berbeda itu sebagai varian yang mendapatkan sorotan. Tapi sejauh ini belum menetapkannya secara tegas sebagian varian yang mencemaskan. Yang berarti bahwa varian tersebut lebih berbahaya dibandingkan versi asli virusnya. Semisal lebih mudah menular, mematikan, atau mampu menghindari proteksi-proteksi yang diberikan oleh vaksin.

Vaksin Covid-19 buatan BioNTech-Pfizer adalah vaksin pertama yang mendapatkan otorisasi penggunaan di negara-negara Barat dan sekarang sudah dipakai di puluhan negara di seluruh dunia.

Sahin mengatakan bahwa proses otorisasinya di Tiongkok kemungkinan besar keluar pada Juli 2021. “Kami sudah melalui hampir seluruh prosedur,” ujar dia.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN