Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gambar Presiden Tiongkok Xi Jinping memakai masker pada 15 Januari 2021. ( Foto: Nicolas Asfouri / AFP )

Gambar Presiden Tiongkok Xi Jinping memakai masker pada 15 Januari 2021. ( Foto: Nicolas Asfouri / AFP )

Varian Baru Covid Terdeteksi, Beijing Karantina Sebagian

Kamis, 21 Januari 2021 | 08:08 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok melarang 1,6 juta penduduknya untuk meninggalkan Beijing, pada Rabu (20/1). Hal ini terkait dengan dua kasus pandemi Covid-19 sehubungan varian baru virus corona yang muncul di Inggris, dan baru ditemukan di ibu kota Tiongkok. Respons pemerintah terhadap pandemi ini pun menuai pujian.

Menurut laporan, beberapa kasus telah terdeteksi di ibu kota Tiongkok dalam beberapa hari. Enam kasus lainnya dilaporkan muncul di distrik Daxing selatan pada Rabu.

Para pejabat mengatakan, dua kasus di Daxing terkait dengan varian baru virus corona yang muncul di Inggris. Varian baru ini diyakini sebagai bentuk virus yang lebih dapat ditularkan dan pertama kali terdeteksi pada Minggu (17/1).

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 muncul di pusat kota Wuhan pada tahun lalu, dan berhasil diatasi walau merenggut sekitar 5.000 penduduk Tiongkok.

Namun varian baru virus corona yang muncul di Tiongkok mendorong pihak berwenang langsung mengambil langkah cepat untuk membasmi kasus-kasus klaster lokal. Otoritas setempat memberlakukan karantina (lockdown), melaksanakan tes massal, dan pembatasan perjalanan. Apalagi, menjelang liburan Tahun Baru Imlek, para pejabat ingin Beijing terhindar dari wabah, mengingat posisinya sebagai jantung kekuatan politik.

“Kasus tersebut tidak memiliki korelasi genetik dengan kasus lokal yang dilaporkan sebelumnya, dan di kasus impor di Beijing,” ujar Kepala otoritas kesehatan Beijing Pang Xinghuo kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa kasus ini tetap dianggap sebagai varian dari virus corona baru yang ditemukan di Inggris.

Pejabat distrik mengatakan, sebanyak 1,6 juta penduduk Daxing dilarang meninggalkan Beijing kecuali telah mendapat izin khusus dari pihak berwenang, dan dinyatakan negatif Covid-19 dalam tiga hari terakhir.

“Warga dari lima lingkungan, di mana kasus baru-baru ini terdeteksi, diperintahkan tetap berada di dalam rumah. Pertemuan yang dihadiri oleh 50 orang atau lebih di distrik itu telah dilarang. Sementara itu, acara terkait pernikahan harus ditunda dan pemakaman harus dilaksanakan dengan sederhana,” demikian menurut pemerintah Daxing, yang dikutip AFP.

Pihak berwenang juga memerintahkan semua siswa yang bersekolah di taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah di distrik itu belajar di rumah. Daxing sendiri termasuk salah satu dari dua bandara internasional kota.

Wabah di Utara

Aturan pembatasan terbaru di ibu kota terjadi karena pemerintah berlomba-lomba menangani jumlah kasus tertinggi dalam hampir setahun atau setelah virus corona varian baru pertama kali terdeteksi di Tiongkok pada akhir 2019.

Bahkan Tiongkok sebagian besar telah mengendalikan penularan virus, di saat seluruh dunia berjuang dengan lonjakan angka kematian dan rumah sakit yang kewalahan.

Tetapi serentetan wabah kecil dan terlokalisasi telah mendorong para pejabat Tiongkok untuk memerintahkan tes massal, karantina ketat, dan bersiap memindahkan ribuan orang ke fasilitas karantina untuk membasmi kebangkitan.

Pada Rabu, pihak berwenang Tiongkok melaporkan 103 kasus baru, di mana tujuh kasus di antaranya terjadi di Beijing.

Wabah Covid-19, yang juga melanda provinsi tetangga Hebei, telah membuat Tiongkok sangat waspada terhadap potensi gelombang kasus menjelang liburan Tahun Baru Imlek pada Februari mendatang.

Menurut perkiraan para pejabat, sebanyak 40 juta orang per hari bakal melakukan perjalanan mudik selama festival nasional. Sedangan Komisi Kesehatan Nasional mengatakan, bagi warga yang kembali ke rumah harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 dalam tujuh hari sebelumnya.

Di sisi lain, hampir tiga juta orang di provinsi Jilin timur laut berada dalam karantina pada Senin (18/1). Pasalnya, seorang penjual keliling dituding sebagai penyebab munculnya lebih dari 100 kasus infeksi.

Heilongjiang, yang berada di bagian provinsi timur laut di Tiongkok, telah menegur 16 pejabat karena dianggap tidak melakukan tugas untuk mencegah klaster kasus baru-baru ini di provinsi tersebut. Demikian laporan surat kabar Heilongjiang Daily, pada Rabu.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : AFP

BAGIKAN