Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pejalan kaki, beberapa di antara memakai masker terkait virus corona Covid-19, sedang berjalan melewati toko-toko di Oxford Street, di pusat kota London, pada 7 Juni 2021. ( Foto: NIKLAS HALLEN / AFP )

Para pejalan kaki, beberapa di antara memakai masker terkait virus corona Covid-19, sedang berjalan melewati toko-toko di Oxford Street, di pusat kota London, pada 7 Juni 2021. ( Foto: NIKLAS HALLEN / AFP )

Varian Covid Delta Memicu Penundaan Pencabutan Karantina Inggris

Kamis, 10 Juni 2021 | 07:13 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

LONDON, investor.id – Pemerintah kemungkinan akan menunda pencabutan semua aturan terkait karantina di Inggris pada 21 Juni menyusul kekhawatiran penyebaran varian baru virus corona Covid-19 yang dinamakan Delta. Padahal program vaksinasi cepat di Inggris telah berjalan dan sudah ada beberapa pembukaan pembatasan terkait virus corona dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan, telah merebak kekhawatiran seputar varian virus Delta – sebuah mutasi virus yang awalnya ditemukan di India – yang diklaim berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Ada peningkatan jumlah kasus infeksi dan pasien rawat inap yang dikaitkan dengan varian tersebut, terutama di kalangan warga yang belum mendapatkan vaksinasi serta di bagian barat laut Inggris dan Skotlandia.

Pemerintah Inggris diprediksi mengambil keputusan dalam beberapa hari ke depan, apakah akan menunda pencabutan pembatasan di Inggris pada 21 Juni yang disebut sebagai “Hari Kebebasan” sekaligus tanggal di mana pihak berwenang berharap berada dalam posisi untuk menghapus semua batasan hukum atas kontak sosial.

“Langkah 4” pencabutan pembatasan dikategorikan bahwa ada lebih banyak tempat yang diizinkan untuk dibuka kembali, termasuk klub-klub malam, juga penghapusan pembatasan pada acara-acara dan pertunjukan besar.

Tetapi beberapa pejabat tinggi dan pakar kesehatan telah memberi isyarat, bahwa pemerintah dapat dan harus menunda rencana pencabutan 21 Juni mengingat penyebaran varian Delta yang telah memicu peningkatan tajam dalam infeksi.

Menurut data pemerintah, dalam tujuh hari terakhir saja terdapat 38.679 orang dinyatakan positif Covid-19 atau meningkat 14,5% dibandingkan tujuh hari sebelumnya.

Jumlah angka kematian memang masih rendah, tetapi juga menunjukkan peningkatan dari basis yang rendah. Bahkan dalam tujuh hari terakhir, 72 orang meninggal dalam 28 hari setelah hasil tesnya positif atau bertambah 29 dari pekan sebelumnya.

Di seluruh negeri, jumlah pasien rawat inap masih dapat tertangani karena saat ini angkanya masih di bawah 1.000 orang terpapar Covid yang dirawat di rumah sakit. Jumlah ini jauh di bawah puncak yang tercatat pada Januari, yakn hampir 40.000. Meski demikian, angka pasien yang diterima rumah sakit telah menunjukkan peningkatan di Skotlandia dan barat laut Inggris.

Menurut laporan, keputusan akhir tentang penundaan 21 Juni akan jatuh tempo pada Senin (14/6) tetapi sekarang diperkirakan ada penundaan selama dua hingga empat minggu untuk pelonggaran pembatasan yang masih berlaku.

Pemerintah menyatakan telah meningkatkan kegiatan vaksinasi dan uji coba di bagian-bagian negara yang terkena dampak lebih buruk, bahkan membawa tentara untuk membantu melakukan tes tambahan. Oleh karenanya, upaya vaksinasi Inggris mendapat banyal pujian dan merupakan salah satu yang tercepat di dunia.

Sejauh ini, sebanyak 77% orang dewasa di Inggris telah menerima dosis pertama vaksin dan hampir 54% telah menerima dua dosis. Sedangkan kelompok usia 25-29 tahun, saat ini sedang menunggu giliran untuk divaksin.

Di sisi lain ada desakan untuk memberikan vaksinasi lengkap sebanyak mungkin untuk masyarakat, termasuk kelompok usia lebih muda yang sebenarnya memiliki risiko lebih kecil tertular virus corona. Ini mengingat varian Delta dianggap setidaknya 40% lebih mudah menular daripada varian Alpha.

Menteri kesehatan Inggris mengatakan, pemberian dua dosis vaksin Covid masih efektif terhadap varian tersebut.

Sebagai informasi, varian Delta kini menjadi varian dominan di Inggris, menggantikan varian Alpha (yang disebut varian Kent) yang ditemukan di tenggara Inggris pada tahun lalu.

Jim Reid – kepala penelitian tematik dan strategi kredit fundamental di Deutsche Bank – mencatat pada Rabu (9/6) bahwa masih ada beberapa tanda mengkhawatirkan tentang pandemi menjelang keputusan penting pekan depan, tentang apakah akan sepenuhnya melonggarkan pembatasan di Inggris karena ada lebih dari 6.000 setiap hari kasus dilaporkan untuk kedua kalinya dalam 5 hari terakhir.

“Kasus sekarang naik +61% selama minggu lalu, meskipun masih pada level yang relatif rendah dibandingkan dengan bulan-bulan musim dingin,” ujarnya dikutip CNBC.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : CNBC

BAGIKAN