Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri-kanan): Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional, Anthony Fauci; Chief Science Officer Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk Tanggap Covid, David Kessler; dan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Rochelle Walensky sedang berbincang di gedungCapitol Hill di Washington, DC, Amerika Serikat (AS), pada 15 April 2021. ( Foto: SUSAN WALSH / POOL / AFP )

(kiri-kanan): Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional, Anthony Fauci; Chief Science Officer Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk Tanggap Covid, David Kessler; dan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Rochelle Walensky sedang berbincang di gedungCapitol Hill di Washington, DC, Amerika Serikat (AS), pada 15 April 2021. ( Foto: SUSAN WALSH / POOL / AFP )

Varian Delta Termasuk Infeksi Saluran Nafas yang Paling Menular

Sabtu, 24 Juli 2021 | 06:48 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

WASHINGTON, investor.id – Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Dr Rochelle Walensky menyampaikan pada Kamis (22/7) waktu setempat bahwa varian Delta dari virus corona Covid-19 merupakan salah satu penyebab penyakit saluran pernapasan paling menular yang pernah dilihat oleh para ilmuwan.

Menurut data baru, varian tersebut sangat menular. Pasalnya, orang-orang yang terinfeksi varian Delta dapat membawa hingga 1.000 kali lebih banyak virus di saluran hidung mereka daripada mereka yang terinfeksi dengan strain asli.

“Varian Delta lebih agresif dan jauh lebih menular daripada strain yang beredar sebelumnya. Ini adalah salah satu virus saluran pernapasan paling menular yang kami ketahui, dan yang telah saya lihat dalam 20 tahun karir saya,” ujar Walensky kepada wartawan dalam jumpa pers Kamis, yang dikutip CNBC.

Varian Delta disebut telah menyebar dengan cepat ke seluruh AS. Tercatat ada lebih dari 83% kasus berurutan di AS saat ini, naik dari 50% pada pekan 3 Juli. Menurut laporan, rata-rata dalam tujuh hari ada kenaikan kasus baru sekitar 53% dari pekan lalu, dan saat ini terdapat 37.674 kasus baru per hari.

Angka rawat inap naik 32% dari pekan lalu, sekitar 3.500 per hari. Angka kematian juga meningkat 19% dalam jangka waktu yang sama menjadi sekitar 240 per hari.

“Virus ini tidak memiliki dorongan untuk berhenti, dan tetap mencari orang-orang rentan berikutnya untuk diinfeksi,” kata Walensky.

Virus tersebut menyerang negara-negara bagian AS dengan tingkat vaksinasi rendah. Sedangkan, negara-negara bagian dengan tingkat vaksinasi tinggi memiliki tingkat kasus baru yang lebih rendah.

“Tiga negara bagian, Florida, Texas dan Missouri, dengan tingkat vaksinasi rendah menyumbang 40% dari semua kasus baru secara nasional,” tutur Penasihat Presiden AS sekaligus Koordinator Tanggap Covid-19 Gedung Putih, Jeff Zients.

Dia menambahkan bahwa Florida sendiri menyumbang 1 dari 5, dari semua kasus baru di AS untuk pekan kedua berturut-turut.

Di rumah sakit di seluruh negeri, 97% orang yang dirawat dengan gejala Covid adalah mereka yang tidak divaksinasi. Selain itu, sebanyak 99,5% dari total kematian akibat Covid di antaranya juga dialami oleh orang-orang yang tidak divaksinasi.

Dalam sepekan terakhir, ada lima negara bagian di AS dengan jumlah kasus tertinggi masyarakat yang baru divaksinasi lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata nasional.

“Kita berada pada momen penting lainnya dalam pandemi ini, dengan kasus meningkat lagi dan beberapa rumah sakit mencapai kapasitasnya di beberapa daerah, kita perlu bersatu sebagai satu bangsa,” ujar Walensky.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN