Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang anak perempuan sedang menunggu, ketika petugas kesehatan yang mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri) mengumpulkan sampel darah dari penduduk setempat di pusat rapid test Hanoi, Vietnam pada 31 Juli 2020. ( Foto: MANAN VATSYAYANA / AFP )

Seorang anak perempuan sedang menunggu, ketika petugas kesehatan yang mengenakan pakaian APD (alat pelindung diri) mengumpulkan sampel darah dari penduduk setempat di pusat rapid test Hanoi, Vietnam pada 31 Juli 2020. ( Foto: MANAN VATSYAYANA / AFP )

Vietnam Laporkan Kematian Pertama Akibat Covid-19

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 07:12 WIB
Grace Eldora (grace.eldora@beritasatumedia.com)

HANOI, investor.id - Vietnam mencatatkan kematian pertama akibat virus corona Covid-19 pada Jumat (31/7), saat kasus-kasus barunya kembali meningkat. Sebelumnya, negara yang pernah dilanda virus tersebut sempat dipuji karena berhasil mengendalikan penularan di awal pandemi.

Menurut media pemerintah, pasien pria berusia 70 tahun itu meninggal di kota Hoi An, hampir tiga minggu setelah dirawat di rumah sakit dengan kondisi awal yang serius. Demikian dilansir dari AFP.

Negara komunis itu mendapat pujian awal pada tahun ini karena mengendalikan Covid-19 dengan langkah pembatasan ketat, langkah-langkah karantina yang meluas, hingga penyelidikan jejak dan tanda yang kuat.

Tetapi wabah akhir pekan di resor Pantai Danang, dekat Hoi An, telah membuat negara itu kembali menyalakan peringatan keras. Para pejabat kesehatan pada Jumat juga mengumumkan beban kasus harian tunggal tertinggi di Vietnam sejak pandemi dimulai.

Menurut dokter Tran Nhu Duong, wakil kepala National Institute of Epidemiology, ahli medis elit negara telah dimobilisasi untuk membantu menghentikan merebaknya wabah di Danang. Ia menyampaikan hal ini kepada televisi pemerintah ketika berita kematian pertama kali muncul.

Mereka akan bergabung dengan sekitar 1.000 orang termasuk anggota militer, menuju ke pusat klaster terbaru. Kota tersebut telah penuh dengan turis domestik sampai pihak berwenang mengumumkan virus telah kembali muncul.

Sebelum akhir pekan ini, Pemerintah Vietnam belum mencatat infeksi yang ditularkan secara lokal selama hampir 100 hari. Namun, sejak itu hampir 100 orang yang telah melakukan perjalanan ke Danang telah dinyatakan positif di seluruh negeri, membuat otoritas kesehatan bergegas untuk memadamkan wabah.

Rumah Sakit Darurat

Juru bicara Kementerian Kesehatan Vietnam mengatakan, jumlah orang yang terinfeksi meningkat pada rekor jumlah dengan 45 kasus baru. Demikian dilaporkan oleh surat kabar Suc Khoe Doi Song.

Perwakilan tersebut menambahkan, para pasien berusia antara 27 tahun dan 87 tahun semuanya dirawat di rumah sakit Danang. Sebagian lainnya yang berada di rumah sakit merupakan pekerja maupun saudara pasien.

Media pemerintah mengatakan, sebuah rumah sakit darurat sedang didirikan di sebuah pusat olahraga Danang untuk mengantisipasi jika wabah memburuk.

Penerbangan masuk dan keluar dari Danang dan angkutan umum di dalam kota telah dihentikan. Mayoritas orang dari 1,1 juta penduduknya disarankan untuk tetap tinggal di rumah.

Setidaknya 21.000 orang menjalani rapid test dan pemeriksaan usap (swab) untuk virus di ibukota Hanoi setelah bepergian ke Danang. Tes serupa juga dilakukan di pusat bisnis Ho Chi Minh untuk orang-orang yang baru kembali dari Danang.

Bar telah ditutup di Hue terdekat, sementara pariwisata ditangguhkan di Hoi An yang bersejarah. Vietnam sempat memenangkan pujian untuk penanganan virus. Pemerintah melaporkan hanya 509 infeksi secara total, termasuk mereka yang berasal dari gelombang baru. Sampai Jumat, tidak ada kematian yang dicatat meskipun negara berbagi perbatasan panjang dengan Tiongkok.

Awal bulan ini media pemerintah merayakan seorang pilot Inggris yang bertahan hidup setelah menghabiskan lebih dari dua bulan dengan alat pacu oksigen di Vietnam melawan penyakit tersebut.

Stephen Cameron (42 tahun) adalah petugas medis yang dengan kondisi paling buruk yang harus dirawat selama wabah virus corona dan hanya memiliki peluang 10% untuk bertahan hidup. 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN