Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Warga Wuhan, Tiongkok memakai masker saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Foto: IST

Warga Wuhan, Tiongkok memakai masker saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Foto: IST

Virus Korona Menambah Tekanan ke Ekonomi Tiongkok

Rabu, 29 Januari 2020 | 15:52 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

BEIJING, investor.id – Pemerintah Tiongkok telah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk mencegah penyebaran virus korona. Bioskop dan objek-objek wisata ditutup, seluruh jadwal perjalanan kereta berkecepatan tinggi dibatalkan. Langkah-langkah tersebut bakal memperparah perekonomian yang sudah rapuh.

Produk domestik bruto (PDB) Tiongkok berekspansi di laju paling lambat dalam tiga dekade pada tahun lalu. Akibat lesunya permintaan domestik dan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Namun dalam tiga bulan terakhir, angka PDB Tiongkok sudah menunjukkan beberapa stabilisasi. Sementara pakta perdagangan fase pertama dengan AS memberikan harapan lebih lanjut. Pada saat negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia ini terus berupaya memperbesar kontribusi belanja konsumen terhadap pertumbuhan, virus mematikan menyerang pada momen paling buruk.

Yakni tatkala ratusan juta orang mudik ke seluruh penjuru negeri untuk merayakan libur Tahun Baru Imlek.

Para analis di S&P menuturkan, konsumsi berkontribusi sekitar 3,5 poin persentase terhadap tingkat pertumbuhan Tiongkok pada 2019. Mereka mengingatkan, penurunan konsumsi sebesar 10% akan menurunkan sekitar 1,2 poin persentase dari PDB. Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics berpendapat, tidak diragukan lagi bahwa penyebaran virus korona – yang telah menewaskan lebih dari 100 orang – akan memberikan pukulan baru.

Ratusan calon penumpang mengenakan masker pelindung antre di aula keberangkatan stasiun kereta Kowloon Barat di Hong Kong, Kamis (23/1/2020). Foto: Philip FONG / AFP
Ratusan calon penumpang mengenakan masker pelindung antre di aula keberangkatan stasiun kereta Kowloon Barat di Hong Kong, Kamis (23/1/2020). Foto: Philip FONG / AFP

Dia mengingatkan, sektor transportasi dan konsumsi akan terkena dampak. Begitu juga dengan sektor makanan dan ritel. Dalam upaya menanggulangi krisis ini, Pemerintah Tiongkok memperpanjang masa liburan selama tiga hari. Yang artinya kegiatan bisnis baru akan berjalan lagi mulai 3 Februari 2020.

Tapi sejumlah perusahaan meminta karyawannya untuk bekerja dari rumah atau tidak masuk. Termasuk raksasa teknologi Tencent yang menyuruh karyawanya untuk bekerja dari rumah sampai 10 Februari 2020.

Adapun restoran populer Haidilao pun menutup semua cabangnya di Tiongkok hingga akhir bulan ini. Sektor pariwisata ikut terdampak serius setelah pemerintah membatalkan perjalanan kelompok-kelompok wisatawan domestik dan internasional. Industri pariwisata tercatat berkontribusi senilai 11% dari total PDB negara itu.

Kabar buruk lain juga dialami oleh industri penerbangan, setelah pihak berwenang pada Selasa (28/1) merekomendasikan agar semua wisatawan Tiongkok menunda perjalanan mereka ke luar negeri untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga Tiongkok, dan warga negara asing.

Mengancam Industri

Orang-orang mengenakan masker pelindung saat berada di luar stasiun kereta api Beijing, Tiongkok, pada 22 Januari 2020. Tiongkok mengingatkan bahwa virus baru yang telah menewaskan sembilan orang, menginfeksi ratusan orang dan mencapai Amerika Serikat, dapat bermutasi dan menyebar. ( Foto: NICOLAS ASFOURI / AFP )
Orang-orang mengenakan masker pelindung saat berada di luar stasiun kereta api Beijing, Tiongkok, pada 22 Januari 2020. Tiongkok mengingatkan bahwa virus baru yang telah menewaskan sembilan orang, menginfeksi ratusan orang dan mencapai Amerika Serikat, dapat bermutasi dan menyebar. ( Foto: NICOLAS ASFOURI / AFP )

Jumlah perjalanan kereta api dan lalu lintas udara pada hari pertama Tahun Baru Imlek, sama-sama turun lebih dari 40% pada tahun lalu. Demikian menurut wakil menteri transportasi.

Lebih dari 2.000 kereta berkecepatan tinggi – yang menjadi moda transportasi populer di Tiongkok – telah ditangguhkan selama berhari-hari atau berpekan-pekan. Sektor lain yang sedang tumbuh, seperti industri film juga terpukul.

Bahkan, pendapatan box-of fice Tiongkok untuk Malam Tahun Baru Imlek hanya mencapai sepersepuluh pada tahun lalu karena orang-orang memilih menghindari kerumunan bioskop. Tujuh film blockbuster penting yang akan dirilis selama liburan ikut dibatalkan.

Stephen Innes, dari AxiCorp, mengatakan angka sebenarnya dari korban virus Korona akan diketahui jelas tanpa harus menunggu masa liburan berakhir.

Ada pun penutupan paling serius terjadi di provinsi Hubei tengah – yang menjadi pusat awal penyebaran virus – di mana stasiun kereta api ditutup, pertunjukan-pertunjukan teater dibatalkan, dan perpustakaan maupun tempat-tempat karaoke ditutup di beberapa lokasi.

Di luar konsumsi dan transportasi, penutupan juga bisa berdampak jangka panjang bagi industri. Sekadar informasi, Wuhan sebagai ibu kota Hubei, adalah pusat kegiatan manufaktur yang berpenduduk 11 juta orang. Kota itu memproduksi baja dan mobil, dan telah ditempatkan di bawah karantina tanpa batas sejak Kamis (23/1).

“Wuhan adalah pusat manufaktur penting di Tiongkok tengah. Jika penutupan berlanjut sampai setelah liburan Tahun Baru Imlek maka akan memengaruhi produksi industri, sebagai salah satu pendorong pertumbuhan utama,” ujar Raymond Yeung, kepala ekonom Tiongkok dari di ANZ Research.

Standard and Poor’s
Standard and Poor’s

Lembaga pemeringkat S&P menambahkan, Wuhan menyumbang sekitar 1,6% dari PDB Tiongkok. Sedangkan Kamar Dagang Jepang di Wuhan mencatat bahwa terdapat sekitar 160 perusahaan Jepang yang memiliki kantor perwakilan di kota itu.

Beberapa produsen mobil asing, termasuk General Motors dan Renault, juga memproduksi kendaraan di kota itu melalui usaha patungan dengan perusahaan Tiongkok. Surat kabar Changliang Daily melaporkan, nilai produksi industri mobil dan suku cadang di Wuhan adalah sekitar 400 miliar yuan (US$ 57 miliar), dan kota itu diprediksi telah memproduksi sekitar 1,7 juta kendaraan pada 2018. (afp)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN