Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Wall Street Bergerak Liar, Ditutup Terkoreksi Tipis

Jumat, 16 Oktober 2020 | 05:59 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id –Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) terkoreksi tipis setelah saham bergerak liar dengan volatilitas sangat tinggi.

Faktor ketidakpastian mewarnai perdagangan, seperti menurunnya harapan untuk kesepakatan stimulus, infeksi virus corona di seluruh Eropa sedang memuncak, data klaim pengangguran yang meningkat, dan juga awal musim laporan keuangan.

Dow Jones Industrial Average ditutup terkoreksi 19,8 poin atau 0,07%, menjadi 28.494,20. Sementara itu, S&P 500 turun 0,2% menjadi 3.483,34 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,5% menjadi 11.713,87.

Facebook memimpin penurunan Big Tech yang ditutup anjlok 1,9%. Amazon merosot 0,8%. Alphabet dan Microsoft masing-masing turun 0,5% dan Apple turun 0,4%.

Namum, penurunan saham teknologi dapat diimbangi oleh kenaikan saham bank dan energi. JPMorgan Chase, Morgan Stanley dan Citigroup semuanya naik lebih dari 1%. Exxon Mobil dan Chevron masing-masing naik 0,9% dan 0,8%.

Penurunan hari Kamis menandai penurunan harian ketiga berturut-turut untuk rata-rata indeks saham utama, penurunan terpanjang dalam hampir sebulan.

“Gejolak pasar akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan karena investor bersiap untuk sejumlah ketidakpastian — waktu ketersediaan vaksin (setelah uji coba vaksin Johnson & Johnson tertunda), stimulus fiskal yang masih diperdebatkan,” tulis Mark Haefele, kepala investasi manajemen kekayaan global di UBS.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC "Squawk Box" bahwa dia dan Presiden Donald Trump berkomitmen untuk menyelesaikan kesepakatan stimulus. Meskipun akan sulit diselesaikan sebelum pemilihan, Gedung Putih akan terus berusaha.

Mnuchin, yang berencana berbicara dengan Ketua DPR Nancy Pelosi lagi Kamis, mengatakan kemajuan telah dibuat. Namun, katanya, kepentingan "politik" mungkin menghalangi sebab Demokrat masih menginginkan kesepakatan "semua atau tidak sama sekali".

Sentimen juga berkurang karena beberapa pemerintah Eropa memberlakukan kembali pembatasan pandemi untuk mengekang gelombang kedua virus corona. Prancis telah mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat dan Inggris mendekati penguncian nasional kedua. Tolok ukur saham Eropa turun secara luas.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja merilis bahwa laporan klaim pengangguran mingguan ada 898.000 pelapor, lebih tinggi dari perkiraan Dow Jones di 830.000.

Ketidakpastian atas bantuan fiskal AS yang baru dan data ekonomi yang mengecewakan, bersama dengan lonjakan kasus virus korona di Eropa, terjadi ketika investor menghdapai banyak hasil pendapatan perusahaan.

Morgan Stanley melaporkan laba kuartal ketiga sebesar $ 1,66 per saham, melebihi estimasi analis $ 1,28 yang disurvei oleh Refinitiv. Perusahaan mencatat pendapatan $ 11,7 sehingga saham Morgan Stanley naik 1,3%.

"Ini adalah musim pendapatan kedua setelah pandemi Covid-19 ... dan bisa dibilang ini akan menjadi salah satu musim pendapatan terpenting yang pernah ada," tulis Jeff Kilburg, CEO di KKM Financial.

Sementara itu, The Financial Times melaporkan bahwa Prancis dan Belanda mendukung rencana Uni Eropa untuk mengekang kekuatan Big Tech, termasuk kemungkinan membubarkan perusahaan.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN