Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa saham Wall Street. (FOTO: AFP)

Bursa saham Wall Street. (FOTO: AFP)

Wall Street Cetak Untung Besar, Indeks Dow Ditutup Melonjak 823 Poin

Sabtu, 25 Juni 2022 | 07:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

NEW YORK, investor.id - Wall Street naik tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Dalam sebuah reli luas karena tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan harga komoditas baru-baru ini mengurangi ekspektasi untuk rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 823,32 poin atau 2,68%, menjadi menetap di 31.500,68 poin. Indeks S&P 500 bertambah 116,01 poin atau 3,06%, menjadi berakhir di 3.911,74 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melambung 375,43 poin atau 3,34%, menjadi 11.607,62 poin.

Advertisement

Indeks S&P 500 naik lebih dari 3% untuk kenaikan persentase satu hari terbesar sejak Mei 2020. Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor material dan jasa komunikasi masing-masing terangkat 3,98% dan 3,94%, memimpin kenaikan.

Untuk minggu ini, indeks S&P 500 melonjak 6,4%, indeks Dow bertambah 5,4%, dan indeks Nasdaq melambung 7,5%.

Baca juga: Terdorong Pasokan Ketat, Minyak Menguat US$ 3 Per Barel

Saham-saham rebound minggu ini karena pasar keuangan telah bergolak atas kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga cepat oleh Fed untuk mengendalikan inflasi tinggi 40 tahun dapat menyebabkan resesi.

Namun, investor telah mengukur kapan pasar mungkin mencapai titik terendahnya setelah indeks acuan S&P 500 awal bulan ini mencatat penurunan 20% dari puncak penutupan Januari, mengkonfirmasi definisi umum dari pasar bearish.

"Beberapa pergerakan, penjual hanya kelelahan sehingga Anda tidak memiliki banyak modal untuk keluar," kata Shawn Cruz, kepala strategi perdagangan di TD Ameritrade.

"Ini mungkin sedikit reli bantuan. Tapi saya pikir saya tidak akan mendorong siapa pun untuk mulai masuk dengan kedua tangan saat ini, karena kami telah melihat ini berulang kali di mana hal-hal ini dapat membalikkan diri dengan cukup cepat,” kata Cruz.

Baca juga: Harga CPO Rontok, Tren Bearish Masih Bertahan

Volume transaksi melonjak menjelang akhir sesi karena penutupan perdagangan menandai selesainya pemulihan indeks FTSE Russell yang dilacak oleh triliunan dolar dana investor.

Sentimen konsumen AS jatuh ke rekor terendah pada Juni, tetapi warga Amerika melihat sedikit peningkatan dalam prospek inflasi, sebuah survei menunjukkan pada Jumat (24/6/2022). Data pada Kamis (23/6/2022) menunjukkan aktivitas bisnis AS melambat pada Juni.

Membantu meredakan kekhawatiran inflasi adalah penurunan tajam harga-harga komoditas minggu ini. Indeks Refinitiv/CoreCommodity, yang mengukur harga-harga energi, pertanian, logam dan komoditas lainnya, turun ke level terendah sekitar dua bulan pada Kamis (23/6/2022) setelah mencapai puncak multi-tahun pada awal Juni.

Pedagang berjangka dana fed sekarang memperkirakan suku bunga acuan akan naik menjadi sekitar 3,5% pada Maret (2023), turun dari ekspektasi minggu lalu yang akan meningkat menjadi sekitar 4%.

Baca juga: Saham-saham Inggris, Jerman, Prancis Berakhir Positif

"Ekspektasi penurunan suku bunga di masa depan adalah bagian dari persamaan yang membuat pasar ekuitas saat ini begitu kuat," kata Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia.

Saham bank menguat, dengan indeks bank S&P 500 naik 3,7%, setelah ujian ‘stress test’ tahunan Fed menunjukkan bahwa para pemberi pinjaman memiliki cukup modal untuk menghadapi penurunan ekonomi yang parah.

Dalam berita perusahaan, saham FedEx Corp melonjak 7,2%, setelah perusahaan pengiriman paket itu mengeluarkan perkiraan laba setahun penuh yang lebih kuat dari perkiraan.

Lebih dari 19 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 12,9 miliar selama 20 sesi terakhir.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : ANTARA

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN