Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange, Wall Street, AS. (Foto AFP).

Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange, Wall Street, AS. (Foto AFP).

Wall Street Jatuh, Dow Anjlok 500 Poin

Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:55 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Saham-saham di bursa Wall Street AS berjatuhan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Dow anjlok lebih dari 500 poin. Dow dan S&P 500 membukukan kinerja mingguan terburuk mereka dalam beberapa bulan, menyusul pernyataan Fed untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 533,37 poin atau 1,58% menjadi 33.290,08 poin. Indeks S&P 500 berkurang 55,41 poin atau 1,31% menjadi 4.166,45 poin. Nasdaq Composite turun 130,97 poin atau 0,92% menjadi 14.030,38 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi merosot 2,92% , memimpin kerugian.

Indeks blue-chips Dow dan S&P 500 memulai minggu ini pada level rekor penutupan, tetapi akhirnya turun paling banyak dalam setiap minggu masing-masing sejak akhir Oktober dan akhir Februari. Indeks Nasdaq yang padat teknologi juga ditutup lebih rendah meskipun membukukan dua penutupan tertinggi dalam lima hari terakhir.

Investor khawatir karena dalam pertemuan Fed juga mengisyaratkan telah mencapai titik di mana mereka dapat mulai berbicara tentang pengurangan stimulus besar-besaran - bukan hanya berpikir tentang itu.

Ini diperparah oleh Bullard, presiden Federal Reserve St. Louis, yang mengatakan pada Jumat (18/6/2021) bahwa dia termasuk di antara tujuh pejabat yang memperkirakan kenaikan suku bunga mulai tahun depan untuk menahan inflasi.

Inflasi, dan bagaimana bank sentral AS akan mengatasinya ketika negara itu keluar dari pandemi, telah menjadi pusat perhatian investor . Indeks volatilitas CBOE, pengukur ketakutan Wall Street, ditutup pada Jumat (18/6/2021) di level tertinggi empat minggu.

"Minggu depan, Anda akan mendapatkan beberapa gubernur Fed memberikan pidato, dan kami akan memiliki hal yang sama: beberapa gubernur akan lebih hawkish, dan beberapa akan lebih dovish, sehingga Anda akan melihat beberapa mondar-mandir," Ghriskey menambahkan.

Dolar AS menguat setelah komentar Bullard, mendorong indeks yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya ke level tertinggi sejak pertengahan April.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN