Menu
Sign in
@ Contact
Search
Trader bekerja di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 25 Juli 2022 di New York City, AS. (FOTO: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Trader bekerja di lantai New York Stock Exchange (NYSE) pada 25 Juli 2022 di New York City, AS. (FOTO: SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Wall Street Lanjutkan Kenaikan dengan Data Ekonomi Kuat

Senin, 8 Agustus 2022 | 08:05 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Kenaikan mingguan untuk S&P 500 dan Nasdaq Composite meredakan beberapa kekhawatiran resesi, setelah laporan pekerjaan bulanan yang kuat. Pasar tenaga kerja juga mengisyaratkan bahwa ekonomi dapat menahan lebih banyak kenaikan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Proyeksi baru untuk indeks harga konsumen (CPI), yang dijadwalkan untuk rilis Rabu (10/8), akan memberi investor lebih banyak klarifikasi tentang langkah bank sentral selanjutnya pada pertemuan kebijakan pada September 2022. Trader sekarang memperkirakan kemungkinan kenaikan 0,75 poin persentase atau 75 basis poin (bps) bulan depan, yang akan menjadi kenaikan ketiga berturut-turut sebesar itu.

“Kenaikan kuat di pasar kerja bulan lalu akan semakin memperkuat klaim bahwa Amerika Serikat (AS) saat ini tidak dalam resesi,” kata Jeffrey Roach, kepala ekonom di LPL Financial pada Senin (8/8).

“Kenaikan besar dalam pekerjaan adalah kejutan dan dapat meyakinkan orang ... bahwa ekonomi membutuhkan kenaikan 75 basis poin lagi pada pertemuan Fed berikutnya. Semua mata sekarang tertuju pada inflasi,” jelasnya.

Headline CPI, yang meliputi energi dan makanan, diperkirakan turun menjadi 8,7% pada Juli 2022, dari tertinggi 40 tahun 9,1% pada Juni 2022, menurut Dow Jones.

S&P 500 sekarang 14% di atas level terendah Juni 2022.

Rebound pasar dalam beberapa minggu terakhir telah mendorong indeks utama secara signifikan dari posisi terendah mereka pada Juni 2022.

S&P 500 berada 13,98% di atas terendah intraday dalam 52 minggu di 3,636,87 dari 17 Juni.

Dow berada 10,6% di atas terendah intraday terendah dalam 52 minggu di 29,653,29 dari 17 Juni.

Nasdaq 19,8% di atas level terendah intraday dalam 52 minggu di 10.565,14 dari 16 Juni.

Penghasilan yang Solid Sejauh Ini

Musim pendapatan kuartal II-2022 bergerak ke ujungnya dengan 432 perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil pendapatan. Di antara perusahaan-perusahaan itu, sebanyak 77,5% melaporkan laba per saham di atas ekspektasi analis, menurut Refinitiv. Hampir 70% perusahaan membukukan pendapatan kuartalan yang melampaui perkiraan analis, menurut Refinitiv.

Berkshire Hathaway melaporkan pada Sabtu (6/8) bahwa laba operasinya melonjak 39% dari periode yang sama tahun lalu, meskipun ada kekhawatiran perlambatan pertumbuhan. Namun, konglomerat Warren Buffett tidak kebal terhadap gejolak pasar secara keseluruhan dengan kerugian US$ 53 miliar atas investasinya selama kuartal tersebut.

Investor akan memantau angka kuartalan Disney, yang dijadwalkan Rabu. Palantir Technologies melaporkan pada Senin, sementara Ralph Lauren dan Coinbase ditetapkan untuk Selasa.

Saham berjangka diperdagangkan sedikit lebih rendah dalam perdagangan semalam, Minggu (7/8), mengikuti kenaikan mingguan ketiga berturut-turut S&P 500 karena investor mengalihkan fokus ke laporan inflasi utama minggu ini.

Futures di Dow Jones Industrial Average turun 70 poin. S&P 500 berjangka dan Nasdaq 100 berjangka keduanya turun 0,3%.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : CNBC

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com