Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi busa saham New York. (FOTO: AFP)

Ilustrasi busa saham New York. (FOTO: AFP)

Wall Street Menguat di Tengah Harapan Pasar Telah Mencapai Titik Terendah

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:34 WIB
Grace El Dora (redaksi@investor.id)

NEW YORK, investor.id – Saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menyusul petunjuk bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) dapat mengakhiri beberapa tarif sanksi di Tiongkok. Investor kini merenungkan apakah tren bearish tahun ini mungkin telah surut.

Presiden AS Joe Biden tampil di Tokyo, Jepang untuk peluncuran prakarsa perdagangan Asia Pasifik yang baru. Ia mengatakan sedang mempertimbangkan penghapusan beberapa sanksi bea masuk yang diberlakukan oleh mantan presiden Donald Trump atas Tiongkok.

Menambah sentimen positif itu, beberapa pengamat pasar menunjuk ke faktor teknis yang menunjukkan bahwa saham mungkin telah mencapai titik terendah jangka pendek. Ini mungkin dapat menyiapkan panggung untuk rebound.

“Ini adalah hari di mana pasar akhirnya dapat menarik napas, setidaknya untuk saat ini,” kata Art Hogan, ahli strategi di National Securities, Selasa (24/5).

Indeks S&P 500 ditutup naik 1,9% pada 3.973,75. Indeks berbasis luas secara singkat jatuh ke pasar bearish pada perdagangan terakhir pekan lalu, turun lebih dari 20% dari puncaknya.

Dow Jones Industrial Average melonjak 2,0% menjadi 31.880,24, sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 1,6% menjadi 11.535,27.

Di antara perusahaan individu, VMware melonjak 25,3% menyusul laporan sedang dalam pembicaraan dengan Broadcom untuk diakuisisi. Broadcom turun 3,1%.

Anggota Dow JPMorgan Chase melonjak 6,2% karena bank besar itu menaikkan perkiraan pendapatan bunga bersih 2022, sehubungan dengan langkah Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga.

Editor : Grace El Dora (graceldora@gmail.com)

Sumber : AFP

BAGIKAN