Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Wall Street Menguat, Nasdaq Melonjak

Rabu, 23 September 2020 | 06:00 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama saham di Wall Street pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) menguat dengan Nasdaq Composite memimpin kenaikan sebesar 1,7%. Saham Amazon memimpin kenaikan Big Tech.

S&P 500 ditutup naik 1,1% menjadi 3,315,57, Nasdaq Composite naik 1,7% menjadi 10.963,64, dan Dow Jones Industrial Average naik 140,48 poin, atau 0,5%, menjadi 27.288,18.

Selasa menandai pertama kalinya dalam lima hari S&P 500 dan Nasdaq membukukan kenaikan harian. Dow juga menghentikan penurunan beruntun tiga hari.

Saham Amazon naik 5,7% - reli satu hari terbesar sejak 20 Juli - setelah seorang analis Bernstein meningkatkan status raksasa e-commerce itu dengan rekomendasi BUY atau HOLD. Facebook dan Microsoft sama-sama naik lebih dari 2% bersama dengan saham Alphabet. Sedangkan Netflix naik 0,8%.

Pedagang juga mencerna pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang menegaskan kembali bank sentral akan mendukung ekonomi "selama dibutuhkan." Powell menambahkan bahwa,jalan ke depan diliputi ketidakpastian tetapi aktivitas ekonomi telah "meningkat.

Sebelumnya, saham-saham utama mengalami koreksi tajam setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pembatasan lebih lanjut untuk mengekang penyebaran virus. Dia mencatat bahwa negara itu berada pada "titik balik yang berbahaya" dan memerintahkan bar dan restoran tutup antara pukul 10 malam – 5 pagi. Pembatasan juga memperluas daftar tempat yang mengharuskan orang memakai masker.

“Semakin banyak ketidakpastian muncul saat AS dekat dengan pemilihan tetapi tidak semakin dekat dengan keringanan fiskal Kongres. Kami masih optimis penurunan ini akan pulih lebih cepat,” kata Lindsey Bell, kepala strategi investasi untuk Ally Invest, dalam sebuah catatan.

Wall Street mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya, dengan Dow membukukan kerugian satu hari terbesar sejak 8 September pada hari Senin.Investor melihat prospek stimulus fiskal AS terlihat lebih suram.

September telah menjadi bulan yang berat di Wall Street. S&P 500 turun lebih dari 5% bulan ini dan Nasdaq telah turun 6,9% pada saat itu. Dow telah kehilangan 4% pada bulan September.

“Coronavirus membayangi segalanya sekarang dan belum ditemukan vaksinnya. Selama itu pula pasar akan sangat fluktuatif,” kata JJ Kinahan, kepala strategi pasar di TD Ameritrade.

Saham Tesla turun 5,6% setelah CEO Elon Musk mengatakan dalam sebuah tweet bahwa acara "Battery Day" pembuat mobil listrik tidak akan mencapai produksi dengan volume tinggi hingga tahun 2022, yang mengecewakan investor dan analis.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN