Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Wall Street Menguat, Pelosi Isyaratkan Kemajuan Stimulus

Rabu, 21 Oktober 2020 | 05:51 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Indeks utama saham di Wall Street pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) menguat karena sentimen stimulus. Ketua DPR Nancy Pelosi mengisyaratkan Demokrat dan Gedung Putih membuat kemajuan dalam negosiasi untuk kesepakatan stimulus fiskal baru.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 113,37 poin atau 0,4% menjadi 28.308,79. Rata-rata 30 saham naik lebih dari 300 poin. S&P 500 naik 0,5% menjadi 3.443,12 dan Nasdaq Composite naik 0,3% menjadi 11.516,49.

Saham Carnival Corp. dan American Airlines masing-masing naik 3,3% dan 1,9%, karena sektor ini paling diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi. Kohl melonjak 6,6% dan Nordstrom maju 1,2%.

Pelosi mengatakan, kedua belah pihak membuat kemajuan dalam negosiasi. “Semoga di penghujung hari, dan saya optimis,” kata Pelosi kepada Bloomberg TV. Sebelumnya, ia memberi waktu 48 jam kepada pemerintahan Trump pada hari Minggu untuk mencapai kesepakatan tentang bantuan baru sebelum pemilihan 3 November

Bersama Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Pelosi diharapkan untuk berbicara pada Selasa sore.

"Stimulus fiskal adalah hal terpenting bagi pasar saat ini," kata David Wagner, manajer portofolio di Aptus Capital Advisors. "Anda melihat itu dengan perdagangan pasar yang naik dan turun setiap hari hanya karena perkembangan pembicaraan stimulus."

 Negosiasi stimulus telah menggantung di pasar selama berbulan-bulan setelah ketentuan utama dari CARES Act berakhir pada akhir Juli. Sejak itu, pertumbuhan pekerjaan melambat tetapi belanja konsumen terus pulih. Namun, beberapa indikator menunjukkan bahwa simpanan yang dikumpulkan oleh paket bantuan ekonomi besar-besaran mulai habis.

Sebelumnya DPR yang dikuasai Demokrat telah meloloskan paket stimulus $ 2,2 triliun, sementara tawaran balasan dari Gedung Putih telah merayap hingga sekitar $ 1,9 triliun dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah perbedaan terkait jumlah bantuan, Senat yang dikendalikan Republik, yang bergerak untuk memberikan suara pada paket bantuan yang ditargetkan $ 500 miliar akhir pekan ini.

Andrew Smith, kepala strategi investasi di Delos Capital Advisors, mengatakan bahwa kegagalan untuk meloloskan kesepakatan stimulus minggu ini akan membuat pemulihan ekonomi menjadi lebih sulit.

Selain stimulus, katalis lain yang mendorong pasar adalah pernyataan dari CEO Moderna bahwa vaksin virus corona produksi perusahaannya dapat tersedia untuk penggunaan darurat pada Desember jika mendapat hasil positif dari uji coba sementara pada bulan November.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN