Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )

Wall Street Naik Tipis Ditopang Bigtech

Jumat, 20 November 2020 | 05:53 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks utama saham di Wall Street naik tipis pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) ditopang oleh penguatan saham-saham bigtech di tengah meningkatnya jumlah kasus virus corona (Covid-19).

Dow Jones Industrial Average naik 44,81 poin atau 0,2%, ditutup pada 29.483,23. Pada awal sesi, Dow sempat turun lebih dari 200 poin. S&P 500 naik 0,4% menjadi 3.581,87 dan Nasdaq Composite naik 0,9% menjadi 11.904,71.

Saham bigtech seperti Netflix dan Amazon masing-masing naik 0,6% dan 0,4%. Alphabet naik 1%, dan Microsoft ditutup lebih tinggi 0,6%. Apple naik 0,5% dan Facebook mengakhiri hari naik 0,4%.

Penguatan saham  juga didorong oleh pernyataan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer, bahwa  Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell, telah setuju untuk melanjutkan negosiasi tentang stimulus fiskal baru.

Analisis CNBC terhadap data Universitas Johns Hopkins menemukan bahwa rata-rata tujuh hari infeksi Covid-19 baru AS setiap hari, sekarang berada di 161.165, naik 26% dari minggu lalu. Secara total, lebih dari 11,5 juta kasus virus corona telah dikonfirmasi di AS.

"Sementara kami menunggu kejelasan tentang vaksin dan stimulus fiskal tambahan, investor benar-benar berjuang untuk menafsirkan dampak jangka pendek dari melonjaknya kasus virus korona,” kata Michael Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors.

Menurut dia, saham teknologi telah menjadi selimut keamanan investor. “Saat kecemasan meningkat, mereka kembali ke pertumbuhan teknologi yang andal,” tambahnya.

Peningkatan kasus Covid-19 baru-baru ini telah mendorong beberapa negara bagian untuk kembali menngmbil langkah-langkah yang lebih ketat guna mengekang penyebaran virus. Walikota Kota New York Bill de Blasio memerintahkan sekolah untuk menutup untuk pembelajaran tatap muka. Pada hari Kamis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan orang Amerika agar tidak bepergian untuk Thanksgiving karena wabah itu.

"Berita lonjakan Covid-19 dam peningkatan penguncian ekonomi (terutama di NYC dan LA County) mulai mengimbangi optimisme vaksin, dan itu membebani saham," tulis Tom Essaye, pendiri The Sevens Report.

Di sisi lain, data awal yang dirilis Kamis dari University of Oxford menyebutkan, kandidat vaksin AstraZeneca memicu respons kekebalan yang serupa di antara semua orang dewasa. Berita positif itu datang sehari setelah Pfizer dan BioNTech mengatakan kandidat vaksin Covid-19 mereka 95% efektif.

S&P 500 telah naik lebih dari 9% pada November bersama dengan Nasdaq, sementara Dow telah naik 11,3%. Indeks saham-saham kecil Russell 2000 telah mengungguli bulan ini, melonjak lebih dari 15%.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN