Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Spencer Platt)

Wall Street Rebound, Drama Akhir Sesi Membalikkan Arah Saham

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:48 WIB
S.R Listyorini

NEW YORK, Investor.id – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup rebound pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Secara dramatis, saham-saham yang terpukul pada awal sesi berbalik arah.

Investor kembali membeli saham-saham yang harganya telah jatuh sangat dalam, seperti saham teknologi setelah aksi jual tajam pada hari sebelumnya. Sementara itu, Dow yang sempat turun lebih dari 1000 poin, berbalik arah menguat pada akhir sesi.

Dow Jones Industrial Average ditutup naik 99,13 poin, atau 0,3%, menjadi 34.364,50, naik untuk hari pertama dalam tujuh hari. S&P 500 berakhir lebih tinggi sebesar 0,3% pada 4.410,13. Nasdaq Composite naik 0,6% pada 13.855,13. Indeks saham-saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 juga ditutup.

Pada awal perdagangan, indeks utama semuanya diperdagangkan anjlok lebih dari 2%. Indeks S&P 500 tampaknya berada di jalur untuk mengkonfirmasi koreksi, dan indeks Russell 2000 tampak seolah-olah akan mengkonfirmasi indeks berada di pasar bearish.

"Wilayah koreksi sering menjadi sweet spot psikologis bagi investor. Mereka melihat koreksi, dan mereka melihat bahwa itu adalah bagian yang sehat dari pasar," kata Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Semua 11 sektor utama S&P 500 menghabiskan sebagian besar hari perdagangan jauh di wilayah merah, tetapi pada penutupan pasar semua kecuali tiga sektor berada di zona hijau. Sektor consumer discretionary menikmati persentase keuntungan terbesar.

Pasar menunggu peretemuan Federal Reserve dua hari pada Selasa waktu AS. Ketua Jerome Powell akan memberi petunjuk tentang garis waktu bank sentral menaikkan suku bunga utama guna memerangi inflasi.

"Saya pikir investor terlalu mengasumsikan sikap The Fed yang sangat hawkish," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York. Analis memperkirakan IHK utama mencapai 7,3% untuk Januari dan Februari, tetapi kemudian turun menjadi 3,5%pada akhir tahun."

Ketegangan Geopolitik

Pasar juga mengamati ketegangan geopolitik di Rusia. NATO mengumumkan bahwa pihaknya menempatkan pasukan dalam keadaan siaga untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina.

Ancaman potensi konflik di wilayah itu membantu imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, menghentikan kenaikan baru-baru ini, yang telah menekan saham dalam beberapa bulan terakhir.

Musim pelaporan kinerja keuangan kuartal keempat perusahaan sedang berjalan lancar, dengan 65 perusahaan di S&P 500 telah membukukan hasil. Dari jumlah tersebut, 77% telah melampaui ekspektasi, menurut data dari Refinitiv.

Secara agregat, analis sekarang melihat pertumbuhan EPS tahunan S&P 500 sebesar 23,7%.

Serangkaian laporan laba mengecewakan dari bank-bank besar dan, juga Netflix Inc yang besinar saat terjadi penguncian tapi pendapatannya di bawah ekspektasi.

Saham International Business Machines melonjak lebih dari 6%. Kohl's Corp melonjak setelah Reuters melaporkan perusahaan ekuitas Sycamore Partners sedang bersiap untuk mengajukan penawaran untuk rantai department store beberapa hari setelah sebuah konsorsium diperkirakan berminat membeli.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN